60 Sapi Dipotong per Hari di RPH Makassar
Pjs Dirut RPH Makassar Rahman Timbang mengatakan mulai pekan ini, ia berhasil memotong 60 ekor Sapi perharinya.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ina Maharani
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) Makassar tak henti-hentinya menggenjot permintaan daging di kota Makassar, Minggu (10/4/2016).
Pjs Dirut RPH Makassar Rahman Timbang mengatakan mulai pekan ini, ia berhasil memotong 60 ekor sapi perharinya.
Jauh hari sebelumnya, RPH mencatat hanya memotong 45 ekor saja perhari.
"Ini komitmen kami, semoga bisa bertahan, atau meningkat lagi," kata mantan Camat Ujung Tanah tersebut.
Dengan meningkatnya jumlah pemotongan, pemasukan PD RPH, tentunya bertambah.
Adapun pemasukannya, mencapai Rp 3 juta, yang bisa dikumpulkan RPH. Itu bersumber dari retribusi pelayanan pemotongan Sapi di Makassar.
Rahman menyebutkan, untuk satu ekor dibebankan retribusi sebesae Rp 50 ribu.
Dimana retribusi itu utuk pelayanan babat sapi, sisik kulit, jasa kandang, dan jasa potong.
Dengan keuntungan ini, Pemerintah Makassar pun bakal keciprat deviden dari RPH.
Terkait berapa yang akan diberikan ke Pemkot itu tidak disebut oleh Rahman.
"Kita kalkulasikan dulu dek," katanya.
Rahman mengungkapkan Sapi di Makassar saat ini didominasi Sapi asal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia menuturkan para pedagang yang membawa Sapinya untuk dijagal di RPH, mengakuI bahwa Sapi di Sulsel belum bisa memenuhi permintaan daging sehingga para pedagang memilih mendatangkan dari luar Sulsel.
Selain dari NTT, beberapa Sapi juga didatangkan dari daerah kabupaten di Sulsel seperti dari Sinjai, Takalar, Bulukumba dan Pare-Pare juga dijagal di RPH.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/timbang-sebagai-pejabat-sementara-pjs_20160407_190846.jpg)