Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Biasa Lihat Rupiah, Ternyata Ini 5 Pelukisnya

Pencantuman nama pelukis uang kertas hanya dilakukan dari tahun 1952 sampai sekitar 1980-an.

Penulis: Mahyuddin | Editor: Mahyuddin
Biasa Lihat Rupiah, Ternyata Ini 5 Pelukisnya - pelukis-uang_20160409_160429.jpg
petanikeyboard.wordpress.com
Pelukis Uang Yunalies. Salah satu masterpiecenya adalah Rp 10.000 bergambar relief Candi Borobudur dan Barong edisi 1975.
Biasa Lihat Rupiah, Ternyata Ini 5 Pelukisnya - pelukis-uang_20160409_160614.jpg
petanikeyboard.wordpress
Pelukis uang Sadjiroen. Hasil karyanya yang terkenal adalah seri Sudirman, mulai dari pecahan Rp 5 sampai dengan Rp 10.000.
Biasa Lihat Rupiah, Ternyata Ini 5 Pelukisnya - pelukis-uang_20160409_161612.jpg
petanikeyboard.wordpress
Pelukis uang Risman Suplanto, Karya yang terpampang di mata uang Indonesia yakni terdapat pada pecahan Rp 500 emisi 1977.
Biasa Lihat Rupiah, Ternyata Ini 5 Pelukisnya - pelukis-uang_20160409_161010.jpg
orongorong.com
pelukis uang, Mujirun, hasil karyanya pada pecahan uang kertas Rp 5.000 dan Rp 50 ribu.

TRIBUNSIDRAP - Tak pernah kita melirik siapa orang yang berada di balik terciptanya visual uang kertas Indonesia.

Pencantuman nama pelukis uang kertas hanya dilakukan dari tahun 1952 sampai sekitar 1980-an.

Sejarahnya, Indonesia mulai membuat ilustrasi untuk uang kertas pada masa Orde Lama.

Oesman Effendi dan Abdul Salam jadi engraver pertama yang berkontribusi terciptanya gambar di uang kertas.

Pesatnya perkembangan bidang teknologi penerbitan dan ilustrasi membuat Oesman Effendi dan Abdul Salam dikirim ke Belanda.

Mereka dikirim ke negeri Kincir Angin untuk mempelajari cara-cara membuat ilustrasi pada uang kertas, yang nantinya akan diajarkan di Tanah Air.

Selain Oesman Effendi dan Abdul Salam, berikut pelukis yang memiliki peran penting terciptanya gambar pada uang kertas Indonesia dikutip dari feed.id

1. Junalies

Junalies lahir di Bukit tinggi pada 14 Juni 1924. Ia mengawali karirnya dengan bekerja di Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia) pada 1 Agustus 1955, hingga wafat di Jakarta, 10 September 1976.

Hasil goresan kedua tangannya yang menjadi mahakarya luar biasa ini terbilang cukup banyak.

Di antaranya digunakan untuk keperluan visual uang kertas Indonesia Seri Pekerja untuk 1958, 1963, dan 1964.

Salah satu masterpiece-nya bisa kamu temukan pada pecahan Rp 10.000 bergambar relief Candi Borobudur dan Barong edisi 1975.

2. Sadjiroen

Meski kurang dikenal, nama maestro yang satu ini tak pernah absen menghiasi bagian sudut mata uang Indonesia.

Pria yang lahir di Kendal, 4 Maret 1931 mulai bekerja di Peruri pada 12 Desember 1955 sampai dengan 1 April 1987.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved