Stres, Pelaku Pembunuhan di Sidrap Sebut Nama La Cenggo
Saat ini, semua keluarga pelaku termasuk kedua orangtua dan adik diungsikan ke Mapolres Sidrap demi keamanan.
Penulis: St. Fathin Hamidah | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNSIDRAP.COM, PANGKAJENE - Di ruang penyidikan Polres Sidrap, Jl Bau Massepe, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Rahmawati, pelaku pembunuhan terhadap Mansyur, berteriak histeris. Hal sama juga dilakukan ibunya yang menemaninya di kantor polisi.
Setelah melakukan pra reka ulang pembunuhan Mansyur di areal perkebunan milik Sekolah Negeri SPP Snagma di Puncak Desa Mario, Kecamatan Kulo, Sidrap, Selasa (5/4 /2016) pagi, Rahmawati bersama ibunya sempat berteriak histeris dan menyebut nama La Cenggo.
"Gara-gara Cenggo, saya begini dan keluargaku," teriak Rahma.
"Kami sudah menyerahkan diri tapi masih begini, ini semua gara-gara Cenggo," kata Halimah, ibu Rahmawati sambil bicara sendiri.
Kanit Ops Reskrim Polres Sidrap, Ipda Samad, mengatakan pelaku mungkin depresi sehingga berteriak-teriak.
Motif pembunuhan yang terjadi pekan lalu ini, kata Samad, pelaku tersinggung setelah mendapat SMS dari nomor ponsel korban dimana pelaku dituduh wanita murahan dan diajak berhubungan badan.
Hasil penyidikan sementara, yang mengirim SMS tersebut bukan korban, melainkan saksi bernama La Cenggo tetapi menggunakan handphone korban.
"Tapi semua itu masih kita dalami fakta-faktanya. Nantilah karena akan kita lakukan lakukan lagi reka ulang lagi untuk menguatkan fakta sebenarnya," kata Samad.
Saat ini, semua keluarga pelaku termasuk kedua orangtua dan adik diungsikan ke Mapolres Sidrap demi keamanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rahmawati_20160405_222744.jpg)