Kenali Penyakit Lewat Tipe dan Aroma Kentut
Aroma tak sedap menyertai gas yang keluar dari perut berasal dari senyawa yang bernama hidrogen sulfida.
Penulis: Mahyuddin | Editor: Mahyuddin
TRIBUNWAJO.COM - Sebagai makhluk hidup yang punya metabolisme tinggi, kentut atau buang angin, sudah jadi keseharian manusia.
Secara medis, mengeluarkan angin, terutama setelah mencerna makanan atau minuman, sangatlah normal.
Artinya, metabolisme tubuh lancar dan pencernaan bekerja optimal.
Satu hal yang kerap mengganggu soal kentut, adalah aromanya.
Aroma tak sedap yang sering kali menyertai gas yang keluar dari perut berasal dari sebuah senyawa yang bernama hidrogen sulfida.
Senyawa tersebut diproduksi tubuh usai mencerna nutrisi, terutama karbohidrat dan protein.
Tapi, tahukah Anda, tipe kentut dan aromanya, ternyata bisa jadi indikator kesehatan tubuh.
Dikutip dari uniktapifakta.com, jika Anda merasa kembung dan mulas, serta harus mengeluarkan gas setelah mengonsumsi produk yang berasal dari susu, itu berarti tubuh Anda mengalami kesulitan untuk memproses laktosa.
Beberapa orang memang mengalami masalah intoleransi terhadap laktosa.
Dan kondisi ini biasanya membuat kentut seseorang menjadi sangat bau.
Tak hanya intoleransi laktosa, kentut yang sangat bau juga biasanya dikeluarkan oleh orang-orang yang mengalami masalah kronis, seperti sindrom iritasi usus besar atau penyakit celiac, atau infeksi seperti gastroenteritis.
Kentut yang sangat bau juga bisa mengindikasikan gangguan sistem pencernaan yang tidak berfungsi dengan baik.
Di sisi lain, kentut yang tidak berbau menggambarkan kondisi kesehatan yang normal.
Kadang-kadang kentut yang dikeluarkan hanya merupakan akumulasi udara yang tertelan saat berbicara atau dari air.
Kentut tak berbau ini serupa dengan dengan bersendawa, hanya tempat keluarnya saja yang berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fakta-kentut.jpg)