CITIZEN REPORTER
BPBD Latih Pemuda Masjid Fasilitator Tanggap Darurat Bencana
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 29-31 Maret 2016 diikuti sekitar 150 peserta perwakilan pemuda masjid di 14 kecamatan.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Anita Kusuma Wardana
Ahmad Syarif
BPBD Kota Makassar
Melaporkan dari Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM-Untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, relawan dan potensi penanggulangan bencana dalam menghadapi bencana di Kota Makassar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengadakan Pelatihan Fasilitator Pemuda Masjid Tanggap Darurat di Hotel Prima Semesta Abadi Makassar, Selasa (29/03/2016).
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 29-31 Maret 2016 diikuti sekitar 150 peserta perwakilan pemuda masjid di 14 kecamatan, relawan dan potensi penanggulangan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Syahruddin AR mengatakan, pelatihan ini digelar dengan tujuan untuk memberikan pemahaman mengenai sistem penanggulangan bencana sekaligus untuk meningkatkan kapasistas relawan dan potensi PB dalam memfasilitasi upaya-upaya penanggulangan bencana di Kota Makassar.
“Keberhasilan penanggulangan bencana tercermin dari meningkatnya ketahanan dan ketangguhan masyarakat dalam menghapai bencana, jika terjadi bencana maka kita harus mampu melakukan tanggap darurat secara efektif dan mampu bangkit setelah terjadi bencana” kata Syahruddin.
Lanjut Syahruddin, saat ini seluruh sistem dan program yang berkaitan dengan penanggulangan bencana harus dilakukan secara terpadu. Disamping itu, harus melibatkan semua pihak termasuk pemuda masjid dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Sementara itu, menurut Staf Ahli Walikota Makassar bidang peningkatan kualitas manusia, Muhammad Ismunandar saat membuka kegiatan ini mengatakan, pelatihan fasilitator pemuda masjid tanggap darurat penanggulangan bencana adalah sangat tepat dan strategis, untuk itu penanggulangan bencana harus ditangani oleh petugas atau relawan yang sudah terlatih.
"Melihat bencana pada lima tahun terakhir yang banyak menelan korban jiwa dan harta benda maupun kerusakan lingkungan, pemerintah kota melalui BPBD melatih petugas atau relawan PB sehingga mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan bencana” kata Ismunandar.
Ismunandar menambahkan, di Makassar bencana yang sering terjadi seperti genangan air di beberapa wilayah, angin puting beliung, abrasi laut di daerah pulau dan daerah pantai. Selan itu, kebakaran dan konflik sosial seperti perkelahian antar kelompok masyarakat yang setiap saat mengancam dan mengganggu penghidupan masyarakat di Makassar.
“Penyelenggaraan penanggulangan bencana tidak akan sukses tanpa dukungan dari berbagai pihak. Bapak/ibu, relawan dan potensi PB yang tergabung dalam organisasi kemanusiaan khususnya pemuda mesjid harus dapat menunjukkan peranannya secara nyata dan bersinergi dalam penanggulangan bencana”, tambah Ismunandar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bpbd-makassar_20160329_173547.jpg)