Fahsar Ziarah ke Makam Raja Bone ke-15 Arung Palakka Sultan Saaduddin
hari jadi ke-686 Bone. Hari jadi Bone jatuh pada 6 April, Bone berdiri pada tahun 1330.
Penulis: Justang Muhammad | Editor: Ilham Mangenre
Hasil perkawinan itu, lahir We Tenri Sui’ Datu Mario ri Wawo, yang kemudian kawin dengan Pattobune, datu Lompuleng Arung Tana Tengnga Soppeng.
Dari perkawinan inilah lahir La Tenri Tatta Arung Palakka, enam bersaudara termasuk We Mappolo Bombang.
Arung Palakka tidak punya anak, dua kali menikah.
Salah satu istrinya adalah Daeng Talele.
Anak saudari Arung Palakka We Mappolobombang, La Patau Matanna Tikka, yang kemudian melanjutkan tahta sebagai Raja Bone (ke-16)
Arung Palaka mengangkat La Patau dengan gelar Sultan Alamuddin Petta MatinroE ri Nagauleng, makamnya ada di Desa Naga Uleng Bone.
11 Nama Arung Palakka
- Arung Palakka: Raja dari Palakka (salah satu daerah kerajaan di Bone).
Gelar ini adalah warisan kakeknya, La Tenri Ruwa Arung Palakka Matinro E ri Bantaeng, raja ke-11 Bone.
- La Tenri Tatta Toappatunru: lelaki bangsawan penakluk yang berkemauan keras.
- Daeng Serang: nama Arung Palakka tinggal di Makassar-Gowa
- Datu Mario ri Wawo: gelar kedatuan atas warisan ibundanya We Tenri Sui.
- Petta Malempe E Gemme na: raja berambut panjang
- Arung Ugi: raja Bugis, raja tertinggi semua kerajaan Bugis.
- Petta To ri Sompa E: raja yang "disembah"
- Sultan Saaduddin: gelar Islam untuk Arung Palakka
- Matinro E ri Bontoala: meninggal di Bontoala 6 April 1696 dan istananya di Gowa.
- To Angke: saat Arung Palakka dan pasukannya berada di Batavia, pulau Jawa.
- To Unru: orang yang piawai berperang.