Fahsar Ziarah ke Makam Raja Bone ke-15 Arung Palakka Sultan Saaduddin
hari jadi ke-686 Bone. Hari jadi Bone jatuh pada 6 April, Bone berdiri pada tahun 1330.
Penulis: Justang Muhammad | Editor: Ilham Mangenre
TRIBUNBONE.COM- Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi ziarah ke makam Raja Bone ke-15 La Tenri Tatta Arung Palakka di Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu, (26/3/2016).
Ziarah dalam rangka memeringati hari jadi ke-686 Bone. Hari jadi Bone jatuh pada 6 April, Bone berdiri pada tahun 1330.
Fahsar datang bersama unsur musyawarah pimpinan daerah (muspida) Pemerintah Kabupaten Bone.
Usai prosesi di makam Arung Palakka, Fahsar dan rombongan kemudian ziarah makam Raja Gowa ke-15 I Mallombassi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, tidak jauh dari kompleks makam Arung Palakka.
"Ziarah ini mengingatkan kita kepada hegemoni dua raja tersebut. Kita mengharga keduanya dan kita menghargai perjuangan kedua raja yang cukup terkenal tersebut," kata Fahsar kepada wartawan.
Rencananya, Fahsar akan ke makam raja Bone lainnya yang ada di Sulsel, termasuk ponakan Arung Palakka, Raja Bone ke-16 La Patau Matanna Tikka Matinro E Ri Naga Uleng (Tahun 1696-1714), di Desa Naga Uleng, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone bagian utara.
Cucu Raja Bone ke-11 La Tenri Ruwa yang punya 11 Nama
Menurut Lontara, nama lengkap Arung Palakka adalah La Tenri Tatta To Unru To ri SompaE Petta Malampe E Gemme' na Daeng Serang To' Appatunru Sultan Sa'adduddin.
Arung dari Palakka (salah satu daerah kerajaan di Bone) ini adalah cucu Raja Bone ke-11 La Tenri Ruwa Sultan Adam Matinro E ri Bantaeng.
Dari 33 raja Bone, Arung Palakka paling dikenal, aktor sejarah Perang Makassar (1666-1669).
Sejahrawan Belanda Mr Strotenbekker, termasuk pegiat sejarah raja Bone yang punya seabrek gelar kebangsawanan itu.
Rekam jejak darah Arung Palakka diulas dari Raja Bone ke-6 La Uliyo Bote E Matinro E ri Itterung.
Putri La Uliyo bernama We Tenri Pakku kawin dengan La Makkarodda Mabbelluwa’E Datu Soppeng.
Lahirlah We Suji Lebba’E ri Mario atas perkawinan itu.
Kemudian, We Suji Lebba’E kawin dengan Raja ke-11 Bone La Tenri Rua Sultan Adam matinro E ri Bantaeng.
Hasil perkawinan itu, lahir We Tenri Sui’ Datu Mario ri Wawo, yang kemudian kawin dengan Pattobune, datu Lompuleng Arung Tana Tengnga Soppeng.
Dari perkawinan inilah lahir La Tenri Tatta Arung Palakka, enam bersaudara termasuk We Mappolo Bombang.
Arung Palakka tidak punya anak, dua kali menikah.
Salah satu istrinya adalah Daeng Talele.
Anak saudari Arung Palakka We Mappolobombang, La Patau Matanna Tikka, yang kemudian melanjutkan tahta sebagai Raja Bone (ke-16)
Arung Palaka mengangkat La Patau dengan gelar Sultan Alamuddin Petta MatinroE ri Nagauleng, makamnya ada di Desa Naga Uleng Bone.
11 Nama Arung Palakka
- Arung Palakka: Raja dari Palakka (salah satu daerah kerajaan di Bone).
Gelar ini adalah warisan kakeknya, La Tenri Ruwa Arung Palakka Matinro E ri Bantaeng, raja ke-11 Bone.
- La Tenri Tatta Toappatunru: lelaki bangsawan penakluk yang berkemauan keras.
- Daeng Serang: nama Arung Palakka tinggal di Makassar-Gowa
- Datu Mario ri Wawo: gelar kedatuan atas warisan ibundanya We Tenri Sui.
- Petta Malempe E Gemme na: raja berambut panjang
- Arung Ugi: raja Bugis, raja tertinggi semua kerajaan Bugis.
- Petta To ri Sompa E: raja yang "disembah"
- Sultan Saaduddin: gelar Islam untuk Arung Palakka
- Matinro E ri Bontoala: meninggal di Bontoala 6 April 1696 dan istananya di Gowa.
- To Angke: saat Arung Palakka dan pasukannya berada di Batavia, pulau Jawa.
- To Unru: orang yang piawai berperang.