Efek Macet Simpang Lima Mandai, Pedagang Asongan Mulai Jualan di Jalan Tol
Pedagang asongan yang mendominasi adalah kerupuk Palembang, pedagang tisu, dan beberapa makanan ringan plus air mineral.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Thamzil Thahir
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Beginilah efek proyek jalur underpass di Km 25 Mandai, perbatasan Makassar- Mandai.
Jarak tempuh 500 m di jalur Simpang 5 Mandai, kini ditempuh 30 hingga 45 menit. Belasan pedagang asongan kini meluber ke ujung timur Jalan Tol Sesi 4.
Pedagang asongan yang mendominasi adalah kerupuk Palembang, pedagang tisu, dan beberapa makanan ringan plus air mineral.
"Krupuk, Palembang dulu pak, cakma-cakma (ngemil) dulu, masih lamaki macet," kata seorang pemuda menjajakan kerupuk putih berbahan ikan tenggiri.
Sejak 17 Maret lalu, pemancangan dinding beton sekitar 1,1 km jalur underpass (bawah tanah) mulai dikerjakan.
Pengerjaan ini, di dua sisi jalur ke bandara ini akan memakan waktu sekitar 120 hari.
Agar tak ketinggalan pesawat, manajemen costumer Garuda Indonesia dan maskapai lain di Makassar, sudah mengingatkan para penumpangnya betangkat 3 jam lebih awal ke bandara.
Jika pesawat take off jam 16.00 wita, sebaiknya dari kota sudah berangkat sejak pukul 12.00 wita.(*)