Siswi Kelas 2 SMA Mulia Bakti Sejahtera Dikeluarkan Tanpa Rapor
Pendidikan di Makassar kembali tercoreng, kali ini seorang siswi SMA Mulia Bakti Sejahtera (MBS) dikeluarkan dari sekolahnya tanpa sebab.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ina Maharani
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pendidikan di Makassar kembali tercoreng, kali ini seorang siswi SMA Mulia Bakti Sejahtera (MBS) dikeluarkan dari sekolahnya tanpa sebab.
Siswi itu TS, kelas 2 SMA Mulia Bakti Sejahtera. Minggu (28/2/2016), TS didampingi ibunya Deasy berkunjung ke tribun timur, dengan maksud mencari keadilan.
Deasy mengatakan sejak 27 November 2015 sampai sekarang, anaknya tidak pernah mendapat haknya untuk bersekolah di sekolahnya yang terletak di Jl Kelapa 3, kota Makassar.
Berbagai upaya telah dilakukan Deasy agar anaknya bisa kembali sekolah namun persoalan yang dialami tak kunjung selesai.
"Saya sudah ke Dinas Pendidikan, dan polisi agar anakku bisa sekolah tapi, sampai sekarang anak saya tidak bisa masuk sekolah," ujarnya.
Ia mejelaskan persoalan ini bermula dari sahabat TS yang juga ponakan Direktur Sekolah menumpang ke mobil Deasy, yang bertujuan ke minimarket.
Setelah menumpang dan menurunkan sahabat TS di minimarket, Deasy langsung meniggalkan anak itu di Minimarket.
Rupanya setelah ditinggal, sahabat dari TS ini tidak pulang ke rumah orangtuanya.
Orangtua sahabat TS pun, panik dan menyebar gosip jika Deasy menculik anaknya.
Nahasnya, sahabat TS lari kerumah keluarganya di Bali karena tidak tahan kondisi di dalam rumahnya hidup bersama orangtuanya.
Tidak terima dituduh menculik anak, Deasy pun melapor ke Kantor Polisi pada 1 desember.
Tak lama setelah laporan itu, TS mendapat surat keterangan jika ia resmi dikeluarkan oleh sekolah tanpa diberi rapor.
"Saya kasihan sudah tiga bulan maka ini tersiksa, tidak dapat keadilan lapor sana sini tidak ada yang tanggapi. Anakku mau kemana kalau tidak ada sekolahnya," kata Deasy dengan meneteskan air mata di kantor Tribun.
Setelah itu Deasy, kembali berupaya untuk cari cara agar anaknya bisa bersekolah kembali.
Beranjaklah dia ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Makassar.
Hasilnya pun sama, sampai saat ini belum ada kejelasan anaknya akan sekolah dimana.
Dinas Pendidikan kata Deasy, pernah memberikan opsi untuk datang ke sekolah TS meminta maaf atas laporan Polisi yang dibuat.
Hal itupun dilakukan Deasy dan anaknya untuk meminta maaf kepada Direktur Sekolah, tapi lagi-lagi tak ada tanggapan dari pihak sekolah.
Parahnya lagi, Deasy telah melayangkan pesan kepada Meneteri Pendidikan RI Anies Baswedan terkait persoalan ini namun lagi-lagi ini tidak selesai.
"Tolong saya minta dengan sangat tolong saya, saya mau anak saya bisa sekolah lagi kasian," kata Deasy lagi dengan terseduh-seduh.
Saat ini, Deasy mengaku telah melaporkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar atas apa yang menimpa anaknya.
Ia mengungkapkan apa yang ia lakukan ini adalah hanya untuk anaknya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Makassar, Hasbi menyatakan pihak SMA Mulia Bakti Sejahtera (MBS) salah besar dalam mengambil keputusan.
Hal tersebut diungkapkan Hasbi saat dikonfirmasi mengenai salah satu pelajar SMA MBS dikeluarkan dari sekolah tanpa diberikan rapornya.
"Tidak benar kalau begitu caranya, ini pelanggaran besar dan bisa ganggu psikologi anak," kata Hasbi, via telepon, Minggu (28/2/2016).
Hasbi menyebutkan, apapun pelanggaran dari setiap siswa, pihak sekolah harus memberikan rapor anak itu jika ingin mengeluarkannya dari sekolah.
Adapun itu ketika pihak sekolah ingin mengeluarkan siswanya dari sekolah, harus ada alasan yang jelas dan melaporkan kepada Dinas Pendidikan selaku pembina.
"Pelajar itu memiliki hak untuk bersekolah, dia dilindungi oleh pemerintah. Jadi kalau dikeluarkan harus jelas," ujarnya
Terkait dengan Deasy pernah ke Dinas Pendidikan, itu belun diketahui Hasbi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/deasy-berkunjung_20160228_221946.jpg)