Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akhirnya Supri Muncul di Soppeng

Tribunsoppeng.com mendapati Supri di Sopppeng, pukul 07.15 pagi tadi.

Penulis: Awaluddin Marwan | Editor: Ilham Mangenre
awaluddin/tribunsoppeng.com
Supriansa menghadiri hajatan adat masuk rumah baru atau Menre Bola Baru di rumah jabatan Kaswadi, Jl Lamungpatue, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Soppeng, Minggu (21/2/2016) pagi 

Supriansa adalah aktivis mahasiwa Universitas Muslim Indonesia (UMI) penghujung era 1980-an, angkatan 1993.

Di kalangan aktivis di Makassar dia dipanggil Supri. Ada juga yang memanggilnya Anca. Saat menjadi calon Wakil Bupati Soppeng, 2010, warga memanggilnya Puang Supri.

Awalnya Supri seperti aktivis mahasiswa Makassar kebanyakan, gonrong, gemar demo, dan suka bikin lembaga. Menjelang sarjana, Supri mendirikan Makassar Intelektual Law (MIL).

Kehidupan Supri mulai berubah setelah MIL mendampingi korban penggusuran perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Mandai, Maros.

Nama Supri mencuat setelah “menjadi pengacara sekaligus pembela tanah warga”.

Lewat MIL sepakterjang Supri berlanjut. Dia beberapa kali membela warga korban penggusuran. Supri pun mulai tampil rapi. Rambutnya mulai tertata apik.

Jelang Pilkada Soppeng, 2010, Supri mencuat sebagai kandidat bupati, meski akhirnya hanya menjadi pendamping calon bupati, Andi Sulham Hasan, Asisten II Pemprov Sulsel ketika itu.

Hasilnya, rekapitulasi KPUD Soppeng menyatakan pasangan Andi Sulham-Supriansa hanya menempati posisi ketiga dari tujuh pasang calon, 18.912 suara.

Setelah pilkada, Supri menghilang dari Makassar. Dia hijrah ke Jakarta. Supri melanjutkan ke-aktivis-an di ibu kota negara dengan mendirikan dan menjadi Direktur Lembaga Indonesia Monitoring Center (IMC).

Bukan hanya “gaya hidup” yang berubah, nama Supri juga berubah di Jakarta. Di kalangan politisi dia dipanggil Mas Daeng. Nama ini pula yang disematkan elite DPP PDIP ke aktivis kelahiran Soppeng itu.

Supri muncul lagi menjelang Pemilu 2014. Dia menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR RI nomor urut 5 Partai Demokrat di Dapil II Sulsel.

Tapi Supri hanya “pasang nama”. Saat maccaleg, Mas Daeng lebih banyak di Jakarta. Hasilnya, Mas Daeng gagal ke Senayan.

Kisah Supri terkubur lagi setelah sejumlah protesnya terhadap kecurangan pemilu berlalu. Supri nyaris tak pernah kembali ke Makassar.

Jejaknya “misteri” di Jakarta bagi sebagian besar rekan aktivisnya di Kota Daeng.

Publik Makassar pun tersentak ketika nama Supri terpampang di media online, Jumat (30/1/2015), saat diperiksa di Mabes Polri.

Semakin tercengang, ketika mengemuka bahwa Mr D yang disebut oleh Plt Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto fasilitator pertemuan Ketua KPK Abraham Samad dengan elite PDIP itu adalah Mas Daeng.

Dan, Mas Daeng itu tak lain adalah Supri.(ilo/bie)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved