Murid SD Bangkalaloe Jeneponto Bertaruh Nyawa di Sungai, Sekolah Kolong Rumah
Hari-hari sekolah, puluhan murid SD menyeberangi Sungai Bangkalaloe menuju dan pulang sekolah.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ilham Mangenre
TRIBUNJENEPONTO.COM, BONTORAMBA- Sekolah di kolong rumah. Datang dan pulang sekolah pun harus bertaruh maut di sungai.
Lengkaplah “derita” murid-murid sekolah dasar (SD) di Dusun Joko, Desa Bangkalaloe, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.
Hari-hari sekolah, puluhan murid SD menyeberangi Sungai Bangkalaloe menuju dan pulang sekolah.
Tidak ada jembatan penyeberang buat mereka.
Baca juga: Lihat, Nasib Murid SD di Jeneponto, Sekolah di Kolong Rumah
Menyeberang dari kampung Marayu, tempat tinggal murid-murid, menuju Dusu Joko.
Kampung Merayu dihuni 70-an kepala keluarga (KK).
Anak-anak mereka inilah yang menuntut ilmu di SD Dusun Joko yang dikenal SD Joko.
“Terpaksa tidak sekolah kak kalau air sungai naik, bisa hanyut kak,” kata Aril (11), siswa SD Joko saat dihampiri tribunjeneponto.com di tepi sungai tersebut, Rabu (10/2/2016).
Aril bersama 30-an murid temannya, ketika siap-siap menyeberangi Sungai Bangkalaloe menuju Merayu, pulang sekolah.
Sejak kapan murid-murid SD asal Merayu begini?
“Dari dulu, sejak 2012, tidak ada jembatan,” kata Kepala Sekolah SD Dusun Joko Nuriah.
Baca juga: Beginilah Murid-murid SD Biring Je'ne, Tantang Maut Demi Sekolah
Kolong Rumah
Lolos dari Sungai, ya, masuk sekolah di kolong rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/seberangi-sungai-sd-joko_20160210_142745.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sd-joko-nyeberang-sungai_20160210_142938.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/murid-sd-joko-menyeberang-sungai_20160210_143120.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/murid-sd-joko-menyeberang-sungai-2_20160210_142611.jpg)