Kepala Desa Bantimurung : Itu Semacam Tarekat
Pengikut ajaran semacam tarekat itu sebanyak 20 orang dan hanya sebatas keluarga mereka saja.
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Mahyuddin
TRIBUNPANGKEP.COM, TONDONG TALLASA - Kepala Desa Bantimurung, Muhammad Thamrin Rahmat membenarkan ciri-ciri ketidaklaziman ajaran yang dianut sebagian warga Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sulsel
"jaran mereka memang tidak lazim, tapi mereka belum bisa dikategorikan aliran sesat tapi semacam tarekat". Tambah Thamrin kepada TRIBUNPANGKEP.COM, Minggu (23/1/2016).
Pengikut ajaran semacam tarekat itu sebanyak 20 orang dan hanya sebatas keluarga mereka saja.
“Sekarang ini, saya sudah pegang bukti izin mereka dan mengamankannya,” jelas Thamrin.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Pangkep menelusuri keberadaan kelompok agama yang diduga aliran sesat.
Kelompok yang bermukim di Desa Bung, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sulsel dilaporkan sejumlah masyarakat Pangkep.
Informasi diterima TRIBUNPANGKEP.COM, aktivitas kelompok itu menyimpang dari ajaran Islam karena beberapa kebiasaan mereka yang tidak lazim.
Seperti menghadap Selatan saat memandikan mayat, izin pada guru jika ingin sholat, memakai tas dan songkok recca, menulis kata ‘hua’ menggunakan spidol.
Dalam bahasa Arab hua berarti dia, yang bagi kelompok ini bermakna ‘kita semua akan kembali kepada Allah SWT’. Kelompok ini juga mengkremasi mayat.