Ini Resep Gantala Jarang Warisan Nenek Moyang Haniah
Makanan ini dulunya hanya dapat dijumpai di acara hajatan maupun pesta adat.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Mahyuddin
TRIBUNJENEPONTO.COM, KELARA - Kabupaten Jeneponto dikenal dengan makanan tradisional terbuat dari daging kuda yang disebut gantala jarang.
Makananan yang dimasak tanpa campuran rempah itu memiliki rasa dan bau yang khas.
Salah satu pengusaha warung makan, Hania (43) membagikan resep nenek moyang pembuatan gantala jarang kepada kepada TRIBUNJENPONTO, Sabtu (23/01/2016).
“Irisan daging direbus tanpa bumbu kemudian tuangkan ke dalam rebusan air baru yang telah ditaburi garam, vetsin dan kunyit,” kara Hania sambil meyiapkan hidangan untuk pelanggannya.
Ia menambahkan, daging yang telah matang, dituangkan ke dalam rebusan air yang sudah ditaburi bumbu.
Gantala jarang dipercaya sebagai obat anti tetanus dan dapat membangkitkan gairah vitalitas pria dewasa.
Makanan itu dulunya hanya dapat dijumpai di acara hajatan maupun pesta adat masyarakat Jeneponto.
Kini, gantala jarang bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional di Jeneponto.
Seperti di Pasar Tradisional Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto terdapat beberapa warung yang menghidangkan Gantala Jarang.
Gantala Jarang bisa dinikmati hanya dengan biaya Rp 20.000 per porsi.
Sayangnya, Pasar Tolo hanya buka dua kali dalam sepekan, hari Selasa dan Sabtu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/gantala-jarang_20160123_191300.jpg)