Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Buroncong Harun Gurih karena Gula Merah

Harga buroncong Harun Rp 2 ribu tiga biji.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNTIMUR/MUNJIYAH
Harun menjual buroncong di Lapangan Musafir, Pangkep, Kamis (21/1/2016). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Harun (47), warga Jl Maruddani, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, menghidupi istri dan tiga anaknya dari menjual buroncong.

Pukul 06.00 hingga 11.00 Wita, Harun berkeliling Kota Pangkajene.

Tempat mangkalnya di Taman Musafir, Alun-alun Citra Mas Pangkep, dan Gazebo Pangkep.

“Sudah 20 tahun saya jualan buroncong,” ujarnya kepada tribunpangkep.com, Kamis (21/1/16).

Harga buroncong Harun Rp 2 ribu tiga biji.

Dari pekerjaannya, pria murah senyum ini mampu meraup penghasilan Rp 150 ribu per hari.

Meski pas-pasan, Harun bersyukur.

Dia bahkan merasa beruntung karena tujuh kilo adonan buroncong yang dijajakannya setiap hari, selalu habis.

“Membuat buroncong sangat mudah,” katanya.

Bahannya mudah didapat dan terjangkau.

Tepung terigu, gula merah, kelapa, garam, dan air yang dicampur menjadi adonan.

Lazimnya, buroncong memakai gula pasir, namun Harus memilih gula merah karena lebih gurih dan manis.

Membuat buroncong, dimulai dengan memarut empat kelapa.

Setelah satu jam, parutan kelapa diperas untuk menghasilkan santan lalu dicampur terigu dan gula merah yang telah dihaluskan.

Adonan kemudian dipanggang di atas cetakan khusus menyerupai bulan sabit.

Buroncong matang setelah berwarna kemerahan.

Buroncong yang enak adalah yang dipanggang di atas api kayu bakar, bukan kompor.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved