Raja Tallo: Hadapi Terorisme Dengan Membentuk Polisi Adat
Sultan Aliyah mengatakan bahwa guna menjaga stabilitas kota Makassar penjagaan secara adat perlu dilakukan semisal dengan membentuk polisi adat.
Penulis: Alfian | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Terkait persoalan terorisme, Raja Tallo ke-19, Sultan I Paricu Muhammad Akbar Amir Sultan Aliyah Dg Manaba Karaengta Tanete berharap ke depannya soal penanggulangan pihak pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak kerjaan Tallo terkhusus pemerintah kota Makassar.
Sultan Aliyah mengatakan bahwa guna menjaga stabilitas kota Makassar penjagaan secara adat perlu dilakukan semisal dengan membentuk polisi adat.
"Terorisme itu mesti kita lawan secara bersama, dari dulu sebelum negara ini ada perlawanan kepada kelompok-kelompok penjajah telah dilakukan secara adat di seluruh pelosok Nusantara termasuk kerajaan Tallo, setelah deklarasi nanti kita akan menyampaikan ke Pak Wali Kota terkait usulan membentuk Polisi adat," ungkap Sultan Alyah.
Ia menganggap keberadaan polisi adat akan memberikan kontribusi bagi keamanan kota Makassar.
Lanjut ia mengambil contoh dari wilayah Bali dimana menurut Raja ke-19 Tallo ini, para polisi adat yang ada di Bali berkontribusi penting dalam penciptaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menjaga kelestarian budaya yang ada di Bali.
"Kita harus contoh di Bali, pasca pengeboman yang terjadi dulu disana kemudian dibentuk polisi adat, buktinya mereka mampu bekerja dengan baik untuk keamanan dan ketertiban, maka dari itu nanti kita ususlkan juga dibentuk di Makassar selain untuk keamanan juga demi melestarikan tradisi serta adat Makassar yang mulai luntur saat ini," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sultan-i-paricu-muhammad-akbard_20160120_225611.jpg)