CITIZEN REPORTER
Dirut Pos Indonesia Tatap Muka dengan Karyawan Makassar
Diikuti tidak kurang dari 200-an karyawan Posindo se-Kota Makassar.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
Citizen Reporter, Darmawan Denassa, Ketua Perkumpulan Filatelis Makassar melaporkan dari Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM -Gilarsi Wahyu Setijono, Direktur Utama (Dirut) PT Pos Indonesia (Persero) melaksanakan tatap muka dengan karyawan-karyawati Pos Indonesia (Posindo) se-Kota Makassar.
Kegiatan berlangsung di Aula lantai I kantor Pos Besar Makassar, Senin 18 Januari 2016. Diikuti tidak kurang dari 200-an karyawan Posindo se-Kota Makassar.
Gilarsi yang menjabat Dirut Posindo baru sekitar dua bulan ini, berasal dari profesional dengan pengalaman menduduki jabatan penting pada perusahaan global terkemuka. Setidaknya ia pernah memimpin Philips Lighting Asia Pasific sebagai Business Excellence Director, menjadi Managing Director (Thailand, China, dan Filipina) pada perusahaan investasi Merrill Lynch Investment.
Dalam kesempatan ini dirut didampingi Kepala Regional X Sulawesi Posindo Rahmat Eka Ariyanto, Deputi Surat dan Paket Regional X Arifin Muchlis, dan Kepala Kantor Pos Makassar Iskandar.
Gilarsi memulai arahannya dengan menyanyikan lagu Anging Mammiri, lagu yang sering ia dengar di RRI masa kecil dulu.
"Ketika mendengar saya diminta menjadi dirut PT Pos Indonesia, istri saya mengatakan Innalillahi wa Ilaihi Rajiun," kata lelaki yang pernah menjadi CEO Safira Corporation yang menjual busana muslim di tanah air.
Posindo merupakan raksasa tidur yang harus dibangunkan, diperusahaaan ini dipenuhi orang baik yang harus didukung untuk kemajuan perusahaan dan bangsa, lanjutnya.
Salah satu peluang pos yakni kantor pos yang tersebar di pelosok, di mana separuh penduduk Indonesia berada di desa. Posindo yang bisa menghubungkan ribuan pulau melalui jasa pos. Dikelola lebih 30.000 orang pegawai pos dari Sabang sampai Merouke.
Kita kehilangan Pulau Sipadan dan Ligitan karena disana tidak ada kantor pos yang akan menjadi bukti bahwa itu milik bangsa Indonesia, tapi usia Posindo telah mencapai 269 tahun.
Oleh karena itu, selain mengoptimalkan bisnis dan penghasilan, perusahaan juga mengemban amanah mempersatukan negeri besar ini.
Posindo juga berperan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yakni mencerdaskan bangsa dengan produk yang dihasilkan seperti prangko dan tetap memberikan pelayanan pengantaran surat ke seluruh pelosok negeri.
Untuk meningkatkan efektifitas perusahaan kedepan Gilarsi telah menyusun rencana besar untuk Posindo termasuk penggantinya kelak.
"Salah satu mimpi saya jika selesai sebagai dirut, CEO yang gantikan saya harus anak muda yang berusia 40 tahun, sebab usia ini masih dipenuhi semangat untuk melakukan inovasi," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/denass_20160120_113804.jpg)