Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pariwisata Pangkep, Dari Bahari Hingga Dange

Taman purbakala Sumpang Bita yang berada di Kecamatan Balocci

Penulis: Imam Wahyudi | Editor: Imam Wahyudi
int
Dange 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melalui website resmi pangkepkab.go.id, melansir pariwisata unggulan di daerah tersebut. Inilah tempat wisata dimaksud.

Wisata Bahari
Terdiri dari obyek wisata taman laut Kapoposang dan Pulau Langkadea, Pulau Cengkeh, Pulau Pala dan beberapa pulau yang kosong. Selain pantai pasir putih serta laut yang tenang, juga keindahan taman laut berupa terumbu karang berbagai jenis yang dilengkapi dengan ikan hias beraneka warna.

Pulau Kapoposang, Kecamatan Liukang Tupabiring dikelola oleh swasta bekerjasama dengan Pemkab Pangkep. Selain menyuguhkan alam pantai yang natural, juga dilengkapi dengan berbagai perlengkapan untuk menyelam (diving) dan snorkling.

Taman Rekreasi
Taman rekreasi dan permandian alam terdiri Mattampa, Tombolo, Leang Surukang dan Amputtang. Permandian alam Mattampa yang berada dalam kawasan wisata Mattampa, memiliki dua kolam renang, taman permainan, gua bersejarah dan museum karts yang memiliki koleksi buku-buku karts.

Taman Purbakala
Taman purbakala Sumpang Bita yang berada di Kecamatan Balocci, merupakan obyek wisata tangga seribu yang dipuncaknya memiliki gua peninggalan prasejarah berupa tapak tangan dan kaki. Dalam areal obyek wisata ini, merupakan perpaduan antara wisata agro yang memiliki tanaman berbaga macam serta taman yang indah.

Wisata Agro Hutan Bakau
Obyek wisata agro hutan bakau berupa goa prasejarah Leang Alle Masigi, Leang Lompoa, Leang Kajuara, Leang Camming Kana dan Gua Batang Lamara.

Wisata Boga
Wisata boga berupa makanan tradisional seperti dange, cucuru, dan makanan khas lainnya. Wisata boga ini, mudah didapat di jalan poros Pangkep di Kecamatan Segeri dan Mandalle.

Wisata Budaya
Seperti Pa’Bissu, Tari Pamingki dan beberapa tarian tradisional lainnya. Untuk Pa’bissu, suatu budaya yang kini masih dipegang erat oleh sekelompok masyarakat Bissu untuk menghormati leluhur. Tarian ini, sangat menakjubkan karena menancapkan sebilah keris di leher. Dengan tarian dan musik yang khas, tarian itu menjadi sajian yang mengandung nilai budaya yang kental. Pa’bissu ini juga banyak dipergunakan masyarakat petani pada awal mengolah lahannya. Untuk tarian ini, sudah banyak dikenal oleh masyarakat di provinsi lain bahkan sudah melanglang buana hingga ke mancanegara.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved