Caleg Gagal Tak Boleh Jadi Ketua PAN Sulsel
Ada empat nama yang layak masuk bursa formatur Muswil PAN Sulsel. Mereka adalah Ashabul Kahfi, Jamaluddin Jafar, Yusran Paris, dan Usman Lonta.
Penulis: Mahyuddin | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mahyuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Wakil Sekretaris DPW PAN Sulsel, Andi Darwis Duddu menilai Musyawarah Pemilihan Wilayah (Muswil) PAN Sulsel merupakan ajang pemilihan tokoh.
Tokoh yang dimaksudnya adalah kader yang memiliki jabatan strategis, baik di legislatif maupun eksekutif.
"Kalau Doddy (Amiruddin) tidak dihitung-mi DPP karena caleg saja tidak terpilih. Sederhana-ji konsepnya muswil. Tapi ini politik semua tergantung DPP. Cuman barometernya tetap ada,"kata Darwis kepada wartawan di Warkop Sija, Panakukang, Makassar, Selasa (5/1).
Ketua Himpinan Profesi Angkutan Nasional (Himpan) Sulsel ini memaparkan, ada empat nama yang layak masuk bursa formatur Muswil PAN Sulsel. Mereka adalah Ashabul Kahfi, Jamaluddin Jafar, Yusran Paris, dan Usman Lonta.
"Sebenarnya kalau Bupati Maros Hatta Rahman mendaftar sangat memungkinkan terpilih, tapi dia tidak daftar," tambahnya.
Ketua Serikat Pekerja PAN Sulsel Ahmad Pasima yang juga Wakil Sekretaris PAN Sulsel menambahkan, Muswil PAN memiliki barometer. Adapun barometer yang dimaksud Ahmad Pasima adalah jabatan publik.
"Lucu kalau PAN dipimpin kader yang tidak punya jabatan. Apalagi caleg gagal tidak layak. Masyarakat saja menolak apalagi partai besar seperti ini,"jelas Ahmad.