Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akhir Tragis Cinta Fitri

Akun Facebook Polisi yang Bunuh Diri Depan Pacar Tertutup, Saudara: Maaf Kalau Ada Tersinggung

Ricky bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri di depan pacarnya, Bripda Fitria Indrawati.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
FACEBOOK.COM/FITRIA INDRAWATI
Bripda Ricky Ricardo dan Bripda Fitria Indrawati 

RIBUN-TIMUR.COM - Akun almarhum Bripda Ricky Ricardo pada Facebook, Ricky Tan kini tak dapat lagi diakses mulai, Sabtu (5/12/2015).

Terimakasih sudah ngehacked facebook adik saya Ricky Tan.... Maaf kalau ada yg Tersinggung dengan status yang saya buat tadi..,” demikian ditulis saudara perempuan Ricky, Chy Tanasal melalui akunnya pada Facebook, Sabtu hari ini, pukul 01.53 Wita. 

Tribun-timur.com sempat mengakses akun Ricky pada Jumat (4/12/2015).

Akun itu tadi malam masih aktif dan sejumlah komentar ucapan duka cita ter-posting pada timeline-nya.

Namun, hari ini tidak dapat lagi diakses.

Entah siapa yang meminta akun itu ditutup, tiga hari setelah Ricky bunuh diri, Rabu (2/12/2015).

Ricky bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri di depan pacarnya, Bripda Fitria Indrawati.

Diputuskan dan Langsung Bunuh Diri

Sebelum bunuh diri, Ricky pada Rabu pagi, menjemput Fitria di Polsek Kalukku, Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Dia menjemput usai ke kantor sejenak, di Mapolres Mamuju.

Saat keduanya sudah berada dalam mobil, Fitria mulai menyampaikan curahan hati (curhat) tentang masa depan hubungan mereka.

“Kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini,” ucap Bripda Fitria.

“Kenapa tidak?” kata Bripda Ricky seraya menyatakan tekad untuk segera melamar sang kekasih.

“Saya tidak bisa meyakinkan orangtua. Orangtua saya belum bisa terima karena kita beda agama. Saya tidak bisa lagi jelaskan ke orangtua, kita putus saja,” ucap Fitria lagi.

 Ricky terdiam.

Dia hentikan laju mobilnya tepat di depan Rumah Adat Mamuju.

Tangannya tiba-tiba meraih senjata api di dasboard mobil lalu mengarahkan ke kepala di belakang telinganya.

“Jangan......!!!!!!,” teriak Bripda Fitria bersamaan dengan itu terdengar suara ....Dooorrr......

Darah muncrat dari kepala Ricky.

Fitria segera turun dari mobil lalu menelepon rekannya di Polres Mamuju.

Personel Polres Mamuju tiba di lokasi dan mengevakuasi Bripda Ricky ke Rumah Sakit Mitra Manakarra, Mamuju.

Setelah observasi, dokter di RS Mitra Manakara memastikan proyektil bersarang di kepala Bripda Ricky.

"Ada sisa proyektil di kepalanya, harus dirujuk ke Makassar,” kata sang dokter.

Bripda Ricky kemudian dinaikkan ke mobil ambulans untuk dibawa ke Makassar.

Namun dalam perjalanan, di daerah Polman, sekitar 246 kilometer lagi ke Makassar, Bripda Ricky meninggal dunia.

Ambulans memutar arah kembali ke rumah keluarga Bripda Ricky untuk disemayamkan di rumah duka. 

Polisi memastikan Bripda Ricky meninggal dunia usai menembak kepalanya karena masalah asmara dengan pacarnya.

"Ia hanya khilaf dan lagi emosional saat cekcok dengan pacarnya," ujar Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pudji Hartanto.

Kapolres Mamuju, AKBP Eko Wagiyanto, mengatakan, keluarga menolak otopsi karena menganggap peristiwa tersebut adalah musibah.

"Korban awalnya dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Manakarra, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Tapi karena kondisinya kritis, dirujuk kata Eko menjelaskan.

Eko menjelaskan dugaan sementara penyebab pertengkaran antara korban dengan kekasihnya lantaran perbedaan agama antara keduanya.

"Informasinya seperti itu. Tapi masih kita dalami," katanya.

Bripda Fitria sudah dimintai keterangan.

"Karena saat kejadian korban tidak sedang sendiri di lokasi kejadian melainkan bersama Bripda Fitria, maka Bripda Fitria kita ambil keterangannya untuk mengusut kasus tersebut. Jika ternyata nanti terbukti itu bunuh diri apatah lagi karena urusan cinta, kasusnya tidak bisa dianjutkan karena itu hak azasi manusia," kata Eko.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved