Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bosowa School Goes To UK

2 Guru Bosowa School Rela Kehujanan di Suhu 2 Derajat Malam

Selama di Cambridge, mereka tinggal berdua di 29a Gailfrid Road, tak jauh dari Cambridge Airport.

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/THAMZIL THAHIR
Guru pendamping Bosowa International School di program UK Home Stay 2015, rela kehujanan di malam hari, di suhu 2 derajat celcius. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Thamzil Thahir melaporkan dari Inggris

TRIBUN-TIMUR.COM -CAMBRIDGE - Dua dari 8 guru pendamping Bosowa International School di program UK Home Stay 2015, rela kehujanan di malam hari, di suhu 2 derajat celcius.

Dua guru itu; Haposan Andi Frans dan Iriyanto Yossa. Keduanya mengajar di Bosowa Bina Insani Bogor, Jawa Barat.

Selama di Cambridge, mereka tinggal berdua di 29a Gailfrid Road, tak jauh dari Cambridge Airport.

Ceritanya dimulai Minggu (29/11/2015) malam, dan baru terungkap, Senin (30/11/2015) pagi.

Salah satu siswa kelas IX, Estu Mega Nurjannah (15), kehilangan kunci rumah homestaynya di 3st Thomson Road
Sore itu, pukul 16.00 pm, Estu tak pulang.  Ia terpisah dengan housematenya, Amalia Kurniaputri.

Kunci rumah itu tercecer saat turun dari bus sepulang sekolah di Tenison Road, sekitar 8 km dari homestaynya.

Amalia bingung. Kunci dan dompetnya juga tercecer.

Musibah ini berkonsekuensi dia tak bisa masuk rumah. Padahal di luar cuaca sudah 2 derajat, dan kecepatan angin hingga 40 km/jam. Dinginnya menusuk.

Saat panik, seorang siswa Kelas IX daro Bosowa International School Makassar, Muhammad Lai Zew Hung dan Muhammad Akram, melintas di dekat halte bus.

Amalia dan Hung bertetangga. Saban berangkat dan pulang sekolah, mereka menaiki bus yang sama, Stagecoach Bus Nomor 3.

Rumah Hung di Thomson Street Nomor 3. Kira-kira dua blok. Melihat Amalia panik, Hung lalu mengajaknya ke rumahnya.

Hung pun harus meminta izin dulu ke house fam, sebutan untuk tuan rumah.
Namun masalah belum tuntas. Sekitar 1 jam kemudian, Akram, teman sekamar Hung akan datang.

Tempat tidur cuma dua. Sedangkan Amalia, wanita. Amalia berada di kamar dua pria yang baru aqil baligh.

Beratnya, sebab tuan rumah Amalia, Syoful Rahman, imigran Muslim asal Bangladesh, kebetulan satu diantara 38 house fam yang tak menyetorkan nomor telepon ke pihak LSI, promotor sekaligus manajemen pendidikan homestay 67 siswa Bosowa School selama di UK.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved