Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Indonesia Jadi Pasar Raksasa Pendidikan Tinggi Dunia

Ddisampaikan Kasubdit Kerjasama Antar Lembaga, Dirjen Pendidika Tinggi, R Purwanto Subroto PhD

Penulis: Anita Kusuma Wardana | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/ANITA K WARDANA
Kasubdit Kerjasama Antar Lembaga, Dirjen Pendidika Tinggi, R Purwanto Subroto PhD saat acara Worshop Capacity Building di Ruang Senat UMI Makassar, Kamis (26/11/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Anita Wardana

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Penerapan ASEAN Community pada Desember 2015 mendatang, membuat Indonesia menjadi pasar raksasa bagi pendidikan tinggi dunia.

Hal tersebut disampaikan Kasubdit Kerjasama Antar Lembaga, Dirjen Pendidika Tinggi, R Purwanto Subroto PhD dalam acara Worshop Capacity Building di Ruang Senat UMI Makassar, Kamis (26/11/2015).

"Sudah banyak perguruan tinggi dari luar yang sudah meminta ijin. Tapi, saat ini masih kami tolak karena Kementerian Ristek dan Dikti sedang menyusun aturan bagi perguruan tinggi dari luar yang ingin membuka kampus di Indonesia,"katanya.

Karena belum adanya Permenristek Dikti yang mengatur izin perguruan tinggi dari luar, Kemenristek Dikti mengarahkan agar perguruan tinggi luar menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dalam negeri.

Berdasarkan Pasal 90 dalam Undang-Undang Pendidikan Tinggi Nomor 12 tahun 2012 tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan luar negeri harua memenuhi sejumlah persyaratan.

Persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain memeroleh izin pemerintah, berprinsip nirlaba, bekerja sama dengan perguruan tinggi Indonesia atas izin pemerintah dan mengutamakan serta mengkaryakan WNI.

Penerapan ASEAN Community 2015 pun, kata Purwanto menuntut perguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan mutu agar dapat meningkatkan daya saing bangsa dengan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved