Warga Maros Keluhkan Aktivitas Tambang Pasir Ilegal

Selain suara mesin tambang yang bising, warga semakin was- was karena pinggir sungai terus mengikis hingga mendekati rumah warga.

Warga Maros Keluhkan Aktivitas Tambang Pasir Ilegal
ANSAR
Aktivitas penambang pasir di Maros semakin memperlebar sungai dan membuat bising. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS- Maraknya penambangan pasir di sungai yang ada di Maros menyebabkan sungai semakin terkikis dan membuat warga yang bermukim di sekitar lokasi tambang semakin resah.

Pasalnya, selain suara mesin tambang yang bising, warga semakin was- was karena pinggir sungai terus mengikis hingga mendekati rumah warga. Lahan perkebunan warga juga semakin sempit.

Seorang warga Kelurahan Baju Bodoa Maros, Ilham mengatakan, warga kian resah akibat ulah para petambang liar yang sering mengambil pasir di sungai Maros.

"Sementara iklim yang sudah memasuki masa penghujan, masyarakat kini harus bersiap menghadapi abrasi yang dapat berdampak pada longsor dan melebarnya sungai," kata Ilham, Kamis (5/11/2015).

Ilham meminta kepada pemerintah dan penegak hukum supaya pelaku penambang tanpa mengantongi izin atau sudah mengantongi izin tetapi batas waktunya sudah lewat dievaluasi ulang.

Dia juga berharap, supaya penambang liar itu diberikan sanksi berat yang telah diamanatkan dalam Undang- undang nomor 4 tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batubara.

"Pemerintah juga harus tegas menangani permasalahan yang diakibatkan ulahbagi penambang nakal. Kami harap aparat tidak ada main mata dengan pelaku," ujarnya.

Berdasarkan data yang diperolehnya dari hasil Tim SLPP Makassar- 2015/06/30, Maros tercatat sebagai daerah pertambangan teraktif keriga di Sulawesi Selatan.

Terdapat 71 izin aktifitas penambangan di Kabupaten Maros, aktifitas tambang itu meliputi penambangan pasir yang kerap kali menyalahi aturan.

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved