Siswa SMAN 5 Parepare Mengaku Diculik dan Dikeroyok Senior
Terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 Wita
Penulis: Mulyadi | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE -Siswa kelas satu SMAN 5 Parepare, AF (16) mengaku dikeroyok belasan seniornya yang di kompleks asrama sekolah.
Menurut pengakuannya, peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/11/2015) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Pelajar kelas X tersebut diculik oleh puluhan pelajar dari kelas XI dan XII dan dibawa ke salah satu ruangan di sekolahnya kemudian dianiaya.
Ia menuturkan, telah mendapat intimidasi dari sejumlah seniornya, dalam sebulan terakhir, kerap menerima hukuman dari para seniornya.
"Saya diculik dan dibawa kesatu ruang kelas di sekolah kemudian saya dikeroyok. Sebagian memukul dan sebagian menendang karena tidak tahan saya melarikan diri dan langsung melapor di kantor polisi,"ujarnya.
Paman korban, Irwan mengatakan, kerap menerima keluhan dari ponakannya tersebut karena kerap dihukum dan merasa ditindas oleh para seniornya. Namun keluarga meminta korban bertahan, dengan alasan pendidikan sekolah yang diasramakan memang lebih ketat.
" Korban mengalami trauma dan tidak bisa dipaksa kembali ke sekolah itu karena keamanannya masih terancam. Apalagi pasca-pengeroyokan itu memperburuk kondisi kesehatannya," ujarnya.
Kepala SMAN 5, Mas'ud mengatakan, peristiwa tersebut memang terjadi pada siswanya yang berada di asrama tetapi hal itu tanpa sepengetahuan dirinya. "Memang ada tetapi saya tidak tahu awal muncul hal tersebut," ujarnya.
Ia menjelaskan, sementara ini pihaknya sudah melakuka penanganan khususnya siswa yang diduga terlibat sudah dipanggil dan dimintai keterangan dari pihak sekolah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tribun-timurcom-large_20150428_150258.jpg)