Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mahasiswa Makassar Dinilai Paling Anarkis dan Brutal

Agus Arifin Nu'mang mengatakan, orang-orang di Indonesia mengenal mahasiswa Makassar sebagai mahasiswa yang anarki

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Petugas Polsek Tamalete menenangkan pelasku tawuran yang berlangsung di depan Kampus Universitas Negri Makassar (UNM) Jl Mallengkeri Raya, Makassar, Rabu (22/4/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mahasiswa Makassar terkenal paling anarkis dan brutal ketika sedang melakukan unjuk rasa. Hal ini terungkap dalam Seminar Nasional yang diadakan oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar), Senin (2/11/2015) di Balai Manunggal M. Yusuf, Makassar.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang mengatakan, orang-orang di Indonesia mengenal mahasiswa Makassar sebagai mahasiswa yang anarkis. Oleh karena itu, citra tersebut harus diubah.

"Kita perlu mencari solusi yang terbaik dalam menangani mahasiswa, mengingat mahasiswa Makassar terkenal paling brutal dan anarkis ketika sedang berunjuk rasa, " kata Agus Arifin Nu'mang dalam sambutannya.

Hadir dalam seminar yaitu Kapolda Sulselbar Irjenpol Pudji Hartanto Iskandar, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang, Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr Dwia Aries Tina, dan anggota DPR RI Akbar Faizal. Serta beberapa budayawan lokal Makassar.

Dalam acara ini juga diputar video-video bentrokan mahasiswa-mahasiswa Makassar melawan polisi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved