Ini yang Terjadi pada 'Gunung Kembar' saat Bercinta
pada puting bisa mengaktifkan syarat yang memicu kelenjar pituitari di otak untuk melepaskan endorphin,
TRIBUN-TIMUR.COM- Payudara adalah titik sensitif pada tubuh wanita. Bagian tubuh ini sangat peka terhadap rangsangan dan sangat membantu meningkatkan gairah seksual.
Hasil riset yang dipublikasikan womenshealth, berikut ini adalah hal yang terjadi pada payudara wanita saat bercinta.
Melumasi
Rangsangan pada puting atau payudara bisa mengaktifkan syarat yang memicu kelenjar pituitari di otak untuk melepaskan endorphin, yang kemudian akan melumasi vagina.
Tak usah heran bila 82 persen wanita mengaku sentuhan pada payudara bisa membuat mereka terangsang. (Begitupun, 52 persen pria menyatakan rangsangan pada puting bisa membuat mereka bergairah).
Memerah
Payudara diliputi jaringan pembuluh darah halus yang akan dipenuhi aliran darah saat detak jantung dan tekanan darah meningkat di kala Anda berhubungan intim.
Inilah yang menyebabkan payudara akan terlihat memerah.
Menegang
Seperti halnya klitoris, puting akan menegang saat dirangsang.
Ini berkat serat-serat otot halus dan jaringan di area itu yang langsung berkontraksi.
Faktanya, ada wanita yang sangat sensitif syaraf putingnya.
Mereka bisa segera mengalami orgasme dengan rangsangan di payudara.
Nah, itu tadi beberapa hal yang terjadi pada payudara wanita saat bercinta.
6 Cara Jaga Kesehatan Payudara
Seperti dipublikasikan womenshealthmag, di bawah ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu menjaga kesehatan payudara Anda.
1. Ketahui Riwayat Kesehatan Keluarga Anda
Pada sekitar 15 persen kasus kanker payudara, para penderita ternyata juga memiliki anggota keluarga lain yang mengalami penyakit yang sama.
Jika Anda merupakan keluarga dekat, misalnya anak atau saudara kandung dari orang yang menderita kanker payudara, maka resiko Anda untuk mengalami kanker payudara juga meningkat hingga 2 kali lipat.
Jika ada 2 orang dalam keluarga Anda yang menderita kanker payudara, maka resiko Anda pun akan meningkat hingga 5 kali lipat.
2. Olahraga 5 kali seminggu
Berolahragalah selama setidaknya 45-60 menit setiap harinya, 5 kali seminggu.
Berolahraga secara teratur dapat mencegah terjadinya berbagai jenis penyakit karena dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh,
menurunkan resiko terjadinya obesitas, dan menurunkan kadar hormon insulin serta estrogen.
3. Jaga berat badan
Memiliki berat badan berlebihan atau mengalami obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara dan menurunkan kemampuan Anda untuk bertahan hidup.
4. Hindari alkohol, pilih buah anggur
Berdasarkan sebuah penelitian, mengonsumsi 2 gelas minuman setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara hingga 21 persen.
Daripada mengkonsumsi wine, akan lebih baik bila Anda mengkonsumsi buah anggur segar.
Kulit buah anggur mengandung resveratrol yang dapat membantu menurunkan kadar estrogen, sehingga dapat menurunkan resiko terkena kanker payudara.
5. Perbanyak Konsumsi Sayuran
Diet rendah lemak dengan mengkonsumsi banyak sayuran dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.
Selain itu, sayuran seperti brokoli juga mengandung sulforafan yang diduga dapat membantu mencegah perkembangan sel-sel kanker di dalam tubuh, terutama bila dikonsumsi dalam keadaan mentah.
6. Periksakan diri Anda secara teratur
Semua wanita dianjurkan agar melakukan pemeriksaan payudara setidaknya 1 kali setiap 3 tahun dan melakukan pemeriksaan mammogram setidaknya 1 kali setiap tahunnya bila telah memasuki usia 40 tahun.
Wanita yang memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara dianjurkan untuk mulai melakukan pemeriksaan payudara secara teratur,
Sepuluh tahun sebelum usianya mencapai usia yang sama dengan saat anggota keluarganya tersebut terkena kanker payudara.
Bila kanker payudara terjadi pada seorang wanita muda, maka kemungkinan besar hal ini berhubungan dengan mutasi genetika, yaitu mutasi BRCA.
Bila Anda merupakan seorang wanita keturunan Eropa Timur atau memiliki anggota keluarga yang mengalami kanker payudara dan kanker indung telur, akan lebih baik bila Anda juga melakukan pemeriksaan genetika.
Biar wanita muda
Bagi seorang wanita muda, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan mengenai kanker payudara.
Memang benar seorang wanita muda memiliki resiko menderita kanker payudara yang lebih rendah daripada wanita yang berusia lebih tua.
Akan tetapi bila seorang wanita muda benar-benar mengalami kanker payudara, maka kanker payudara ini pun akan lebih agresif daripada kanker payudara yang terjadi pada wanita yang berusia lebih tua.
Menekuni gaya hidup sehat tersebut di atas dapat membantu melindungi payudara Anda dari kemungkinan terjadinya kanker payudara. (womenshealth/womenshealthmag)