Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mayat Ditemukan di Jl Dg Patompo

Mengapa Bisa Pembunuh Karmila Cepat Ketahuan? Begini Ceritanya

Resky curiga setelah membaca berita tentang penemuan mayat misterius berkalung “Karmila”.

Editor: Ilham Mangenre
alfian/tribun timur
Beberapa menit setelah mengaku sebagai pembunuh Karmila, Wahyuddin atau Wahyu (20) ditembak oleh anggota Resmob Polrestabes Makassar, Selasa (29/9/2015). 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Polisi berpijak pada pesan singkat (SMS) di telepon genggam (HP) milik Karmila. HP ini tertinggal di panti saat Karmila keluar panti dan tidak pernah kembali lagi.

Baca juga: Masalah Janin, Ini Kronologi Wahyu Bunuh Pacarnya, Karmila

Kasus itu terbongkar berkat informasi sahabat Karmila, Resky Awal.

Sahabat inilah tempat Karmila sering menyampaikan curahan hati (curhat), termasuk tentang kehamilannya.

Resky curiga setelah membaca berita tentang penemuan mayat misterius berkalung “Karmila”.

Resky lalu mendatangi Panti Asuhan Raodah. Karena tak menemui Karmila, Resky menceritakan berita yang baru saja dia baca ke pengurus panti.

Kamar Karmila diperiksa dan ditemukan HP. Salah satu SMS di HP menjadi petunjuk berharga, “Keluarki di Alfamart sekarang, saya tungguki.”

Itu SMS dari temannya bernama Wahyu," kata pembina Panti Asuhan Raodah, Suriati (37).

SMS itu diterima Karmila pada Minggu (27/9/2015) malam, sekitar pukul 20.30 wita.

Berbekal SMS itulah, polisi meringkus Wahyu.

Awalnya Wahyu mengelak sebagai pembunuh Karmila. Namun, dia tak berkutik ketika polisi memperlihatkan SMS itu. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved