Iduladha 1436 H
Sudah 5 Kali Beda Iduladha 12 Tahun Terakhir, bakal Sama 2016 hingga 2022
Perbedaan Iduladha di Indonesia tahun ini sudah diprediksi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) pada 23 Juni 2014 lalu.
Sementara Muhammadiyah sudah memutuskan Hari Raya Iduladha tahun ini jatuh pada 23 September sejak 2013 lalu.
Kepala Kemenag Sulsel, Abdul Wahid Tahir, menyatakan, jika pelaksanaan hari raya Idul Adha 1436 Hijriah jatuh pada 24 September mendatang
"Pelaksanaan Iduladha tahun 2015 ini akan berlangsung dua hari. Muhammadiyah telah menyatakan jika akan melangsungkam hari raya Idul Adha 1436 Hijriah pada 23 September mendatang," kata Wahid.
Menurutnya, sesuai hasil hitungan tim rukhiyat yang terdiri atas Kemenag Sulsel, Pemprov Sulsel, BMKG Sulsel, dan organisasi Islam, kemarin petang, tinggi haqiqi hilal 0̊ 09'21,67, dan tinggi nyata 0̊ 08'16,06. "Olehnya itu, 10 Zulhijjah jatuhnya tepat pada 24 September," tegas Wahid.
Muhammadiyah melaksanakan Iduladha tahun masih berpatokan pada hasil Sidang Tarjih di Palembang 2013.
"Muhammdiyah itu sudah menentukan sejak lama, 2013 lalu sudah diputuskan dalam Sidang Tarjih di Palembang. Edaran Salat Iduladha 10 Zulhijjah bersamaan ditetapkan dengan 1 Ramadhan 1436," kata Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Dr KH Alwi Uddin.
Dia memastikan edaran PP Muhammadiyah sejak 2013 itu akan diikuti warga perserikatan mulai dari pusat, wilayah, daerah, cabang, hingga ranting.
"Dalam musyawarah Tarjih Muhammadiyah, hari raya ditentukan sesuai meteodologi hizab dengan menggunakan ilmu falak dan astronomi," ujar Kiai Alwi.
Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat MPW Muhammadiyah, Husni Yunus mengungkapkan perhitungan ala hisab sudah berjalan sejak tahun 1912.
"Jadi Muhammadiyah memang dalam menentukan hari raya mengundang para ulama dan ilmuan pada bidang tersebut, apalagi dalam era sekarang ini dengan canggihnya teknologi justru semakin memudahkan," kata Husni.
Husni menjelaskan penentuan awal bulan Ramadhan dan 10 Dzulhijjah sudah dipakai Arab Saudi.
"Sehingga kita konsisten dalam penentuan waktu Idulfitri dan Iduladha karena sesungguhnnya perhitungan waktu-waktu salat itu juga menggunakan metode hizab," kata Husni.(sim/sal/bie)