Korban Flyover Makassar
Mengharukan, Ternyata Gadis Cantik Sartika Ini Sibuk Tiap Pulang Kerja
"Pergimi anakku kasian," ucap Hj Nia lagi dengan suara parau, air matanya berlinang.
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Ilham Mangenre
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Sartika Windiguna (22), gadis beraparas cantik yang meninggal akibat terjatuh dari jembatan layang, flyover, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (1/9/2015) sore, ternyata tidak hanya kuat mencari nafkah melainkan rajin mendidik anak-anak mengaji.
“Kalau pulangmi kerja itu kasian, pergimi itu ajari anak-anak di masjid mengaji, rajin itu anakku. Pendiam, tidak banyak bicara, penyabar, kuat kerja dan mengajar,” kata ibunda almarhumah, Hj Nia (57), di kediaman duka, Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Rabu (2/9/2015) sore, setelah Sartika baru saja dikebumikan di Sudiang.
"Pergimi anakku kasian," ucap Hj Nia lagi dengan suara parau, air matanya berlinang.
Sebelum menghembuskan napas terakhir dua hari lalu, Sartika, bekerja sebagai karyawati toko alat tulis kantor (ATK) Kristal, di Jl Sulawesi, Makassar.
Ayahanda almarhumah, Haji Suardi (57), juga mengakui putri bungsunya itu anak yang taat ibadah dan mengajar al-Qur'an.
"Anakku ini kasian boleh dikata tulang punggung keluarga, karena dia bekerja dan bantu kami, eh sibuk juga mengajar anak-anak mengaji," kata Suardi.
Ayahanda almarhumah Sartika Windiguna, Haji Suaridi (57).
"Sartika ji itu yang bekerja diantara lima anakku. Kuat, pulang kerja, pergi masjid salat magrib dan sudah pi mengajari anak-anak ngaji baru pulang ke rumah," Suardi mengenang putrinya, matanya terlihat berair
Kalimat Terakhir
Hajjah Nia mengaku begitu terpukul mendengar kalimat terakhir Sartika Windiguna meninggal dunia.
“Bu..sakit perutku bu, kakiku juga ibu," kata Hajjah Nia menirukan kalimat terakhir Sartika, di kediaman duka, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (2/8/2015).
Sartika menghembuskan napas terakhir di ruang unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Islam Ibnu Sina, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (1/9/2015), sekitar pukul 19.35 wita.
[baca juga: Jilbab Sartika Nyangkut di Tembok Flyover, Sebelum Tubuhnya Jatuh]
Gadis berparas cantik itu meninggal, kurang lebih sejam kemudian, setelah terjatuh dari jembatan layang, flyover, Jl Urip Sumoharjo.

Sartika Windiguna (facebook)
"Dia anaknya sangat baik kodong (kasihan). Itu kecelakaan sementara jalan mi pulang dari tempat kerjanya," kata kakak kandung almarhumah, Rini, saat melihat adiknya terbujur kaku di UGD RS Islam Ibnu Sina, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, malam tadi.
"Adik kerja itu kasihan, dia tidak mau merepotkan orang tua, dia bantu orang tua," ucap Rini lagi sembari terisak, matanya berair.
Sartika juga dikenal sebagai anak taat beribadah,"Suka bantu sesama, rajinki juga ibadah," kata Rini, lagi-lagi berburai air mata.
Ibu Sartika, Hajjah Nia, beberapa kali pingsan menyaksikan putri bungsunya terbujur kaku di ruang UGD.
Sartika adalah anak terakhir dari lima bersaudara.
Dia lulusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YAPMI Kota Makasaar.
"Anakku kodong ini pendiam sekali, tapi kuat kerja,” kata Hj Nia mengenang putrinya itu di rumah duka.

Jenazah Sartika di rumah duka. (Fritz Matic)
Jatuh Terlempar
Sartika jatuh dari jembatan layang, Flyover, Jl Urip Sumoharjo-Jl AP Pettarani-Tol, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (1/9/2015) sore.
Karyawati satu toko di Jl Sulawesi Makassar itu jatuh setelah sepeda motor yang ia kendarai menabrak tembok pembatas flyover.
Ketika itu, Sartika dibonceng oleh temannya bernama Nining Pratiwi. Karyawati ini baru saja pulang dari tempat kerja.
Mulanya, Sartika-Nining sibuk mengobrol di atas motor sambil kendaraan menanjak di flyover.
Sartika lebih banyak mendekatkan kepalanya ke muka Nining yang memboncengnya dari arah Jl Masjid Raya.

Kuping bahu jembatan layang, Flyover, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, yang mengakibatkan gadis berparas cantik Sartika Windiguna (22) meninggal dunia, Selasa (1/8/2015) malam.
Karena kasyikan ngobrol, tiba-tiba saja sepeda motor yang mereka tunggangi menabrak tembok pembatas di puncak flyover.
Sepeda motor pun oleng dan seketika itu, Sartika terlempar dari sadel. Tubuh Sartika melayang melewati tembok flyover.
Jilbab almarhumah sempat nyangkut di tepi tembok sebelum akhirnya tubuh Sartika terjun ke aspal.

Flyover Jl Urip Sumoharjo Makassar, lokasi jatuhnya Sartika Windiguna (22), Selasa (1/9/2015)
Sejumlah warga yang melihat kejadian gegas membantu dan membawa korban ke unit gawat darurat RS Ibnu Sina.
Beberapa menit di UGD, sekitar pukul 19.35 wita, gadis berkulit putih bening itu akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Nining mengaku tidak menyangka Sartika terjatuh dari motor.
"Kami berencana pulang ke rumah di Jl Perintis Kemerdekaan," kata Nining.
Waktu kecelekaan,"Saya kaget, ternyata Tika kodong adami di bawah (flyover), terlempar dari motor," tambah Nining yang juga rekan kerja almarhumah.
Rencananya, jenazah almarhumah dimakamkan di pekuburan daerah Sudiang Kota Makassar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sartika-dan-lokasi-maut_20150903_110602.jpg)