Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

15 Unit BRT Mamminasata Belum Punya STNK

Hal tersebut diungkapkan Hasan saat dikonfirmasi mengenai keluhan dari pihak Perum Damri Makassar.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/SALDY
Kepala UPTD Samsat Makassar Hasan Sijaya, Senin (22/6/2015). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Sebanyak 15 armada Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata rupanya belum memiliki STNK.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh General Manager (GM) Perum Damri, Adrian Mamusung.

Ia mengatakan tidak mengetahui penyebab dari keterlambatan STNK angkutan massal perkotaan itu, padahal pihaknya telah melunasinya.

Dengan kejadian ini, Adrian mengaku resah dengan sikap UPTD Samsat Makassar yang tidak komitmen.

GM Damri, Adrian Mamusung mengatakan dirinya sangat kecewa dengan pihak UPTD Samsat Makassar karena proses administrasi 15 unit BRT Mamminasata dari 30 unit yang diusul belum ia terima.

Yang menjadi kekecewaan Adrian karena pihaknya telah melengkapi berkas administrasi atau kelengkapan dalam pembayaran pajak, serta telah melakukan pelunasan, namun sampai saat ini ia belum menerima kejelasan dari Samsat Makassar.

"Saya tidak tau mesti mengadu kesiapa, takutnya nanti saya yang disoroti jika ada yang ingin melihat berkas kendaraam dari 15 unit BRT Mamminasata," kata Adrian.

Pelunasan 30 unit BRT Mamminasata telah diselesaikan Perum Damri Makassar sejak dua bulan yang lalu, namun yang ada saat setelah dibayar hanya 15 unit saja, dan sisahnya diminta untuk menunggu.

Menurut Adrian, UPTD Samsat Makassar harus menyelesaikan sesegera mungkin proses administrasi BRT Mamminasata karena ini adalah poduk (program) Pemerintah yang diamahkan ke Pemprov Sulsel dan Perum Damri Makassar.

Lebih lanjut diungkapkan Adrian, jika proses administrasi ini belum rampung pihaknya belum bisa mengoperasikan kendaraan yang belum lengkap surat-suratnya itu.

"Untuk sementara baru 15 unit yang ready," Adrian menambahkan, Minggu (26/7/2015).

Sebanyak 30 unit BRT Mamminasata, telah dilunasi, biaya pelunasan itu berkisar Rp 700 juta.

Terpisah, Kepala UPTD Samsat Makassar, Hasan Sijaya membantah jika pihaknya tidak komitmen dalam menyelesaikan administrasi BRT Mamminasata.

Hal tersebut diungkapkan Hasan saat dikonfirmasi mengenai keluhan dari pihak Perum Damri Makassar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved