Polisi Tewas Diserang di Samata
Pelukan Terakhir Brigpol Irfan untuk Sang Istri
"Selesai salat Isya, dia mau pergi kerja. Tiba-tiba dia peluk saya. Tapi itu sepertinya pelukan terakhirnya"
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Wa Ode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -Istri almarhum Brigpol Irfan Udhien (27), Alya Sri Wahyuni sudah merasakan tanda-tanda akan kepergian suaminya.
Pertanda yang dirasakan pegawai bank ini, yakni tiga hari sebelum hari naas terjadi. Setiap melihat wajah suaminya ia selalu dipenuhi kekaguman.
"Kenapa setiap lihat mukanya suamiku, tambah ganteng. Tiga hari lalu. Tidak ada juga firasat. Baik sekali suamiku itu kodong. Orang paling sabar. Selama delapan tahun saya kenal dia tidak pernah marah sama saya," ujarnya saat ditemui di rumahnya di Jl Budaya, Kecamatan Palangga, Gowa, Jumat (3/7/2015).
Kenangan terakhir yang dirasakan Uni, yakni pelukan suaminya sebelum berangkat kerja.
"Selesai salat Isya, dia mau pergi kerja, tapi minta dibuatkan kopi dulu. Waktu masuk dalam kamar tiba-tiba dia peluk saya. Tapi itu sepertinya pelukan terakhirnya," ujarnya.
Brigpol Irfan Udhien, anggota Polres Gowa yang menjadi korban penyerangan kelompok orang tak dikenal di Samata, Kamis (2/7/2015) dini hari. Ia bersama empat rekannya diserang kelompok oarang tak dikenal yang diperkirakan 20 orang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ifan-udhien_20150702_183709.jpg)