Begini Posisi yang Benar Jika Suami Tidur Bersama Istri, Sesuai Sunnah Nabi
Posisi tidur menurut sunnah Rasulullah SAW dan dunia medis adalah miring ke kanan. Tetapi
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM-Posisi tidur menurut sunnah Rasulullah SAW dan dunia medis adalah miring ke kanan. Tetapi bagaimana posisi tidur yang sesuai sunnah Nabi jika suami tidur bersama istrinya?
Belum lama ini, Konsultan dan Trainer Jogja Family Center (JFC), ustazah Ida Nur Laila menyampaikan posisi tidur suami bersama istri menurut sunnah Rasulullah SAW.
Bagaimana itu? Seperti dilansir muslimahcorner.com, Ida Nur Laila, mengungkapkan sabda Rasulullah berikut ini:
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَأْ وُضُوءَكَ للصَلاةِ، ثُمَّ اضْطَّجِعْ على شِقِّكَ الأَيْمَنِ
“Jika engkau hendak menuju pembaringanmu, maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu sebelah kanan…” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Sesuai hadist tersebut, Ida menjelaskan, posisi tidur suami istri yang sesuai sunnah Nabi, suami istri tetap miring ke kanan. Sang istri ada di depan, sang suami ada di belakang sambil memeluk istrinya.
“Jadi keduanya dapat sunnah posisi tidur miring ke kanan,” katanya.
Cara Tidur Rasulullah
Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan Rasulullah saw berkenaan dengan tidur yang mungkin kita tidak tahu selama ini namun perlu kita ketahui sekarang agar kita bisa lebih mengenal orang yang paling kita sayangi didunia ini setelah Allah swt ini, yaitu:
• Rasulullah saw mempunyai kebiasaan tidur pada awal malam kemudian bangun pada permulaan paruh kedua malam.
Pada saat itu beliau bangun lalu bersiwak, berwudhu dan melaksanakan sholat tahajjjud
• Rasulullah saw selalu tidur dalam keadaan miring, terutama dalam posisi miring ke kanan
• Terus berdzikir sampai jatuh tertidur
• Rasulullah saw tidak pernah tidur dalam kondisi perut penuh makanan dan minuman
• Rasulullah saw tidak pernah tidur di atas tanah tanpa alas dan tidak pernah tidur di atas kasur yang terlalu tinggi pula.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kamar-untuk-pengantin-baru.jpg)