Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tradisi Nabi, Begini Cara Pakai Batu Cincin Sesuai Karakter Anda

Puang Makka bukan pemain baru di dunia batu mulia. Hobi koleksi batu mulia itu diperolehnya dari ayahnya.

Penulis: AS Kambie | Editor: Ilham Mangenre
ilo/tribun timur
Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syeikh Yusuf Al Makkassari, Seikhy Sayyid Abdurrahman Assegaf atau yang lebih tenar dengan nama Puang Makka (kiri) an Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). Batu Pirus (tengah, biru) 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM-Jangan asal pakai cincin. Ada baiknya mengenal "tradisi" pemakaian permata ini. Tradisi ini sudah temurun-temurun. Jika salah pakai, Anda bisa menjadi bahan tertawaan "senior bercincin".

"Seseorang bisa ditahu apa sudah lama memakai cincin atau dadakan dari cara dia menempatkan permata di jari tangannya," ujar Mursyid Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makassary, Syekh Sayyid A Rahim Assegaf Puang Makka di redaksi Tribun, Sabtu (28/3/2015) malam.

Cincin Batu Akik

Puang Makka berbincang tentang tradisi bercincin para nabi, sahabat, dan wali usai memantau pameran batu permata di halaman parkir Tribun Timur.

Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syeikh Yusuf Al Makkassari, Seikhy Sayyid Abdurrahman Assegaf atau yang lebih tenar dengan nama Puang Makka (kiri) an Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK).

Pengurus Pusat At Tarikatul Muktabarah An Nahdliyyah (Jatman) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu didampingi Ketua Tanfidz Jam'iyyah Khalwatiyah Syekh Yusud Al Makassary, A Tobo Khaeruddin.

Hadir juga Sekjen Jam'iyyah Khalwatiyah Mahmud Suyuti, Wasekjen Asep Saifullah, Ketua Yayasan Tarekat Darul Ahsan Khalwatiyah Yazid Saleh Bustami, serta pengurus jam'iyyah Ishak Zainal dan Faisal Ibrahim.

Puang Makka bukan pemain baru di dunia batu mulia. Hobi koleksi batu mulia itu diperolehnya dari ayahnya.

Selain mewarisi 120 cincin permata dari pendiri NU Sulsel, Syekh Sayyid A Djamaluddin Assegaf Puang Ramma Qaddasallah Sirrah, ayahnya, juga masih gemar berburu permata.

“Bapak saya mengajarkan kalau mengenakan batu safir di kana maka di tangan kiri batu pirus. Kalau Jamrud di kiri maka rubi harus di kanan.

Maknanya juga saya tidak tahu persis. Tapi orang dulu standarnya begitu,” jelas Puang Makka.

Batu Safir (pekanbaru mx)

Ia menyebut, batu safir identik dengan pria dari tingkat kekerasannya yang mencapai sembilan skala moch.

Batu Pirus (silingkaran.com)


Batu Pirus Persia (batuakiku.cf)

Sedangkan batu pirus identik dengan perempuan karena memiliki keekrasan hanya 5-6 skala moch saja. 

Jangan Puja Batu
Fenomena pemujaan batu mulia yang melanda masyarakat Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan bukan hal asing lagi.

Jika batu mulia sejak dahulu kala hanya menarik perhatian kelompok menengah ke atas di Sulsel, maka di era ini, batu mulia dilirik semua kalangan.

Selain karena harganya terjangkau, juga karena batu mulia jenis lokal mudah didapatkan. Hampir di setiap sudut, setiap lorong di Makassar kita bisa menemukan pengrajin batu.

Mursyid Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makassary, Syekh Sayyid A Rahim Assegaf Puang Makka di redaksi Tribun, Sabtu (28/3) malam, mengaku tidak heran dengan kecenderungan umat terhadap batu mulia.

Menurutnya, selain banyaknya jenis batu lokal bermunculan, juga karena fenomena tersebut masuk dalam salah satu program presiden, ekonomi kreatif.

“Tapi ingat!, Jangan tuhankan batu, kalau hobi yes!!,” kata Puang Makka kepada Tribun usai mengunjungi pameran batu mulia di kompleks Tribun Timur.

Puang Makka juga salah satu kolektor batu mulia. Hanya saja, batu mulia koleksiannya bukan batu jenis lokal.

Puang Makka bahkan memiliki giok asli Tiongkok yang diberikan salah satu sahabatnya. Batu itu dikalungkan di lehernya.

“Rasulullah juga kolektor. Sampai setiap pedang dan kuda koleksinya diberi nama. Beliau juga memakai batu. Rasulullah tidak mungkin mengenakan sesuatu yang tidak bermanfaat,” ucap Puang Makka.

Ia menekankan, koleksi batu mulia bukanlah hal yang diharamkan dan tidak ada pertentangan alim ulama soal batu mulia. Hanya saja ulama dan kyai yang juga doyan koleksi batu mulia perlu menekankan kepada ummat agar tidak terjerumus dengan hobinya itu.(as kambie)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved