Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

4 Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Suka Bohong

Apa yang dicontohkan orang tuanya lebih membekas daripada apa yang dikatakannya.

Tayang:
Editor: Ilham Mangenre
net
ilustrasi 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM-Anak suka bohong bahkan orang tua sendiri dibohongi, mengapa? Ini diakui banyak peneliti, kebiasaan anak suka bohong dipengaruhi kebiasaan salah orang tua si anak.

Sadar atau tidak, orang tua membentuk karakter anak menjadi pembohong. Apa saja tindakan itu? berikut ini, seperti dilansir KeluargaCinta.com:

Memancing dan Bohong

Anak kecil adalah makhluk yang paling mudah meniru (imitate). Apa yang dilakukan orang tuanya akan ditiru. Apa yang dicontohkan orang tuanya lebih membekas daripada apa yang dikatakannya.

Seribu kata-kata orang tua bisa dilupakan oleh anak begitu saja, tetapi satu saja kebiasaan orang tua akan menancap dalam perilakunya.

Sayangnya, banyak orang tua yang sejak kecil telah berbohong kepada anak. Ini yang kemudian direkam oleh anak dan ditirunya.

Misalnya, ketika anak menangis, si ibu akan membujuknya, “Diam ya nak, kalau kamu diam, ibu akan memberikan mainan.” Anak pun diam karena terpancing dengan kompensasi yang akan diterimanya. Tapi setelah sekian lama menunggu, ia tidak pernah mendapatkan mainan yang dijanjikan oleh sang ibu.

Sekali saja orang tua berbohong, ini akan direkam oleh sang anak. Ia akan membuat kesimpulan: berbohong itu tidak apa-apa. Yang lebih berbahaya, jika orang tua biasa berbohong.

Semakin sering, semakin anak akan terbiasa dengan kebohongan. Hari ini dibohongi agar ia diam. Besuk dibohongi agar ia mau belajar. Besuknya lagi dibohongi agar anak mau berangkat sekolah, dan sebagainya.

Malah Mengajari

Entah sadar atau tidak, ada orang tua yang mengajari anaknya agar berbohong. Mana mungkin? Iya, begini contohnya. Ketika ada tamu yang tidak dikehendaki oleh orang tua, atau ketika ada pengamen yang dianggap mereka mengganggu, orang tua menyuruh anak untuk mengatakan, “Papa mama sedang tidak ada,” dan sejenisnya.

Mungkin orang tua tidak menyadari bahwa hal ini akan sangat fatal membentuk jiwa anak biasa berbohong. Maka jangan salahkan anak jika suatu saat kita dibohongi, karena kitalah yang telah mengajarinya berbohong.

Salah Menghukum

Ada pula anak yang semula jujur menjadi ‘berlatih’ berbohong karena perlakuan orang tua yang menghukumnya saat ia jujur.

Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari saat mengisi pelatihan parenting di Dresden mencontohkan, ada anak yang mengaku memecahkan vas bunga, ia dimarahi oleh orang tuanya. Ia jujur, ia mengaku berbuat salah, malah dijatuhi hukuman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved