Guru Besar Unhas Ditangkap Nyabu

Keterangan BNN Baddoka Berbeda Soal Kaburnya Prof Musakkir

Membantah mantan Wakil Rektor III Universitas Hasanuddin (Unhas) keluar dari balai tanpa izin.

Keterangan BNN Baddoka Berbeda Soal Kaburnya Prof Musakkir
DOK TRIBUN TIMUR
Kasubag TU Balai Rehabilitasi Narkoba (BNN) Provinsi Sulsel, drg Nur Syamsi

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka, Makassar memberi keterangan berbeda tentang kaburnya mantan Pembantu Rektor III Unhas Prof Dr Musakkir MH dari Panti Rehabilitasi, Senin (23/2/2015) lalu.

Keterangan berbeda itu, terungkap Jumat (6/3) kemarin melalui Humas BNN Baddoka, Nur Syamsi.

Dia mengatakan residen Prof Musakkir tidak kabur, atau keluar tanpa izin, tapi hanya menjalani rawat jalan.

"Penentuan perawatan didasarkan pada pemeriksaan ilmia oleh dokter yang ahli tentang kecanduan. Jadi Musakkir menjalani proses rehab jalan pasti melalui prosedur yang bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan," katanya dalam rilis yang diterima Tribun, kemarin.

Sebelumnya, keterangan ini berbeda dengan Surat Kepala Balai Rehabilitasi Baddoka dr Dany H Ludong Sp.Kj, tanggal 24 Februari 2015 yang dikirim kepada Ketua Pengadilan Negeri Makassar.

Di poin ketiga Surat bernomor B/24/II/2015/Balai Rehab Baddoka, tertulis, "tanggal 23 Februari 2015, sekitar pukul 19.00 Wita, residen dimaksud (Prof Musakkir) meninggalkan Lingkungan Balai Rehablitasi BNN Baddoka tanpa seizin pihak Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, di Jl Batara Bira IV No 35, Baddoka, Biringkanaya, Makassar.

Salinan surat yang diperoleh Tribun di sidang PN Makassar itu ditembuskan kepada lima pihak; Kepala BNN, Deputi Rahabilitasi BNN, Kajari Makassar, Kepala BNNP Sulsel, penyidik Polrestabes.
Menurut Nur Syamsi, kecanduan itu seperti penyakit. Jadi yang namanya penderita penyakit bisa dirawat jalan atau inap. Tetapi, harus sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Mengenai masalah lamanya proses rehab, nur Syamsi mengaku untuk masa rehab jalan tergantung pada tingkat ketergantungan.

Pihak Kejari Makassar yang menitipkan Guru Besar Fakultas Hukum Unhas itu ke BNN pun tidak tahu menahu soal pembebasan tersangka narkortika itu. Tiga teman Prof Muzakkir ditahan di Rutan Gunungsari Makassar. Dua lainnya, Nilam dan Ainun, masuk panti.

Kejari Makassar mengaku kecolongan karena Prof Musakkir diam-diam sudah bebas tanpa sepengetahuan mereka. “Kami merasa kecewa dengan sikap BNN yang tidak profesional. Mereka mengambil keputusan tanpa ada pemberitahuan sebelum keputusan ataupun kebijakan rawat jalan Prof Musakkir dikeluarkan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Prof Musakkir, Andi Armasari, di Makassar, Kamis (5/3). (san/ald) (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved