Diskusi Masika Icmi Harap Makassar Aman Cantik
Ostaf juga menyayangkan pernyataan Kapoltestabes Ferry, yang menyudutkam nitizen bahwa makassar tidak aman.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ina Maharani
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muda Indonesia ( Masika Icmi, menggelar diskusi dikantor Tribun Timur.
Diskusi yang bertajuk kekerasan kelompok motor dijalan raya ini menghadirkan sejumlah pengurus besar Masika Icmi seperti Ostaf Al Mustafa, Ansar Amirullah, Icha dan rekan lainnya. Selain itu hadir juga sejumlah forum dosen dari berbagai Universitas di Makassar seperti Zakir Sabhara, Agussalim, Rahmat Muhammad.
Dalam diskusi yang digelar dilantai dua kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih no 439 tersebut, itu diawali dengan berbagai cerita kekerasan dijalan raya, ada yang menceritakan tentang lingkungannya yang sering dijatuhi korban kelompok motor, jambret dan tindak kekerasan lainnya.
Dengan aksi kekerasan dijalan raya, forum diskusi ini, fokus kepada penyelesaian yang diharapkan, dilakukan oleh institusi pengamanan negara tak lain adalah Polisi.
Selain harapan besar kepada kepolisian terhadap kekerasan dijalan raya di kota Makassar, berbagai pendapat dikeluarkan oleh peserta diskusi.
Seperti diungkapkan oleh Zakir Sabara yang juga Dekan FTI UMI, bahwa kekerasan geng motor harus diberantas dan diselesaikan mulai dari sekarang sebelum korban berjatuhan termasuk beberapa mahasiswanya yang menjadi korban peluruh ketapel (busur).
"Saya disni berbicara fakta, mahasiswa saya sudah jadi korban," ucapnya.
Zakir dalam diskusi itu, juga prihatin terhadap kondisi kota Makassar yang ia nilai seperti kota mati, dimana dengan maraknya kekerasan di jalan raya di Makassar, semua masyarakat khawatir akan bepergian keluar rumah, kecuali itu katanya tercatat kepepet.
Berbeda dengan komentar Agussalim, didalam diskusi itu, ia menganggap bahwa kekerasan yang terjadi dijalan raya di Makassar adalah suatu hal yang diorganisir atau ada oknum yang menyetir dari pergerakan para kawanan kelompok motor ini.
Ia mengatakan hal tersebut, karena kekerasan dijalan raya ini, muncuk pada momen tertentu.
Meski ia beranggapan, bahwa ini ada yang menunggangi ia lagi-lagi berharap kepada Polisi yang harus memberantas peristiwa kriminak di Makassar saat ini.
"Saat ini, polisi yang harus bertanggung jawab atas keamanan warga Makassar,"jelasnya.
Tidak hanya itu, kekerasan di Makassar yang ditanggapi oleh Rahmat Muhammad ia nilai menjadi trend.
Ia mengatakan sebahagian besar orang fokus terhadap kelompok bermotor ini, dimana dengan aksi kriminal yang dilakukan kawanan geng motor yang masih dibawah umur ini, sudah bisa merubah wajah kota Makassar menjadi mencekam.