Gengsi Disaingi Senior, Siswa SMA 1 Rela Bayar Band Amerika Rp 1,6 Miliar
"Mereka adalah anak-anak globalisasi yang pergaulannya memang sudah seperti itu, apalagi kalau benar mereka rencanakan sejak mereka kelas 1"
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Beginilah cara siswa SMA Negeri 1 (Smansa) Makassar menggelar pentas seni (pensi).
Sekitar 150-an siswa kelas XII (kelas III) angkatan 2012, sekolah ini, rela mengeluarkan uang senilai Rp 1,6 miliar, untuk mendatangkan grup band asal California, Amerika Serikat, Secondhand Serenade, ke sekolah mereka di Jl Gunung Bawakaraeng, Makassar, Sabtu (21/2/2015), pekan depan.
"Kini kami sisa rampungkan tahap akhir, akomodasi dan ticketing," kata Panitia Pensi Smansa 2015, Ade Nusraya, kepada Tribun Timur, Senin (9/2/2015).
Seperti kaka angkatan mereka sebelumnya, konser ini mereka persiapkan sejak kelas 1, tahun 2012 lalu.
"Kami seangkatan, kumpulkan uang jajan tiap hari, untuk mengenang kebersamaan kami di sekolah ini," kata Ade mewakili rekannya.
Chris Maltese, agen band pop Rock ini dari Maltese Management, sejak akhir Januari lalu, sudah mengagendakan konser bertajuk Artistic Diversity Makassar ini, dalam situs resmi mereka, http://www.secondhandserenade.com.
Setelah di Smansa, band yang digawangi John Vesely, awal Maret mendatang, akan konser sejenis di panggung Ace of Spades, Sacramento, California, lalu di The FillmoreSan Francisco.
Jika konser awal tahun ini sukses, maka pensi Smansa Makassar ini tercatat paling 'spektakuler' dari sisi biaya, dan sekolah pertama yang mendatangkan grup band tenar dunia ke acara sekolah mereka.
Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Dr Adi Suryadi Culla, yang dimintai komentar soal upaya anak Smansa ini mendatangkan grup band ini, sejauh ini menilaianya positif.
"Inilah, anak-anak sekarang. Mereka adalah anak-anak globalisasi yang pergaulannya memang sudah seperti itu, apalagi kalau benar mereka rencanakan sejak mereka kelas 1," katanya.
Di momen serupa, kakak angkatan mereka, angkatan 2011, Februari 2014 lalu mendatangkan grup Rock band ternama Indonesia, Dewa 19, ke sekolah mereka.
Kala itu, Ketua Panitia pensi 2014, Andi Cakrawala Santoso, mengatakan, meski mengeluarkan anggaran sebesar Rp 850 juta, mereka bangga sebab kerja meng-organizing artis itu, dilakukan selama tiga tahun.
Sekadar diketahui, tarif mendatangkan Dewa 19 kini Rp 300 juta. Ini belum termasuk ongkos pesawat, akomodasi, sound dan lighting lokal.
Wow..!
Secondhand Serenade ke Makassar, bukan kali pertama. Tahun 2013 lalu, band ini sudah tampil di Liquid Cafe, Grand Clarion, Makassar. Dari situlah, mereka meloboi management grup ini.
Secondhand Serenade telah merilis tiga album studio sampai saat ini. Mulai dari Awake pada tahun 2007, A Twist on My Story pada tahun 2008 dan Hear Me Now pada 2010. Band ini booming lewat hits ballad Fall For You dan Your Call.