Inilah Penyakit Berbahaya yang Mengintai Pekerja Shift Malam
Pada dasarnya tidur dan bekerja dalam waktu yang tidak beraturan dapat mengacaukan jam biologis tubuh.
TRIBUN-TIMUR.COM- Banyak risiko penyakit yang mengintai masyarakat yang jadwal kerjanya pada malam hari atau atau yang menggunakan jam rotasi, sistem shift (jaga).
Temuan riset yang dilansir anggota tim medis situs konsultasi kesehatan KlikDokter.com, sebanyak 60-80 persen pekerja dengan menggunakan sistem shift cenderung lebih sering mengalami gangguan tidur.
Mereka dapat merasa terisolasi karena kenyataan sulit berkumpul dengan keluarga dan kerabat pada jam-jam normal sehingga lebih mudah mengalami gangguan emosi dan depresi.
Beberapa orang akan merasakan kesulitan untuk berolahraga dan lebih sering mengonsumsi makanan cepat saji. Sekitar 80 persen akan merasakan kelelahan. Selain itu pekerja shift malam juga memiliki 4-5 kali risiko lebih tinggi mengalami masalah lambung.
Pada dasarnya tidur dan bekerja dalam waktu yang tidak beraturan dapat mengacaukan jam biologis tubuh.
Meskipun sulit untuk dinilai, dalam jangka panjang kerja dalam shift dapat memberikan efek gangguan kesehatan seperti berikut ini:
Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Bekerja dengan shift meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah sebanyak 40%. Secara umum, risiko berhubungan dengan lama melakukan pekerjaan dengan jaga malam.
Diabetes dan Sindroma Metabolik
Sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang mendapatkan orang yang bekerja shift malam terutama dengan jam kerja 16 jam memiliki risiko 50 persen lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan dengan orang yang jam kerjanya siang hari/normal (09:00 – 17:00).
Sindroma metabolik merupakan gabungan beberapa gangguan kesehatan yang mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, obesitas dan kadar kolesterol darah meningkat. Insidens sindroma metabolik 3x lebih besar pada orang yang bekerja shift malam.
Obesitas
Pola makan yang buruk dan kurangnya olahraga merupakan penyebab utama kegemukan. Selain itu ketidakseimbangan hormon juga berkontribusi penting. Kerja dengan shift dipercaya berpengaruh terhadap kadar leptin dalam darah.
Leptin merupakan hormon yang berperan untuk membuat seseorang merasa kenyang. Pada pekerja shift malam bisa jadi karena kadar leptin menurun, akan lebih mudah merasa lapar.
Kanker