Aneh, Sistem Komputer AirAsia QZ8501 Serentak Dimatikan
Airbus sendiri menyarankan agar kru pesawat A320 tidak memutuskan daya sistem komputernya
Komputer FAC inilah yang mengontrol modul rudder travel limiter (RTL) yang sebelumnya sempat dilaporkan rusak beberapa kali.
Namun, menurut pihak AirAsia, kerusakan itu telah diatasi. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun menyebut Airbus A320 PK-AXC dalam kondisi layak terbang saat hari kejadian.
Terkait kerusakan FAC yang dilaporkan sebelumnya, Gerry menyebut bahwa kerusakan tersebut telah diatasi oleh teknisi AirAsia. "Namun apakah kerusakan tersebut kembali muncul di tengah penerbangan, itu yang belum kita ketahui," imbuhnya.
Airbus sendiri menyarankan agar kru pesawat A320 tidak memutuskan daya sistem komputernya, karena sistem elektronik di dalam pesawat yang serba terkomputerisasi itu saling berhubungan satu sama lain. Mematikan satu komponen bisa berefek ke komponen lain.
Semua model pesawat Airbus yang diproduksi sejak 1980-an didesain untuk mencegah pilot melakukan kesalahan dengan sistem proteksi komputer.
Selain FAC yang mengontrol kemudi serong, pesawat Airbus A320 juga memiliki sistem kendali komputer ELAC (elevator aileron computer) dan SAC (spoiler aileron computer) yang masing-masing mengontrol kemudi angkat dan guling pesawat (vertikal dan horisontal).
Jika terjadi malfungsi dalam sistem atau komputer kehilangan sumber daya listrik, maka sistem proteksi pesawat akan mati, namun seharusnya pilot tetap bisa menerbangkan pesawat secara manual.
Walau bisa menjadi salah satu faktor pemicu, namun matinya sistem proteksi itu belum tentu menjadi faktor penyebab utama kenapa pesawat tiba-tiba menanjak secara drastis. Sebab, pilot seharusnya masih memiliki kendali manual. (*)