Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mahasiswa Ditikam Saat Demo di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar

Dia mengalami luka sedalam dua centimeter. Rahmat lalu dilarikan ke RS StellaMaris.

Editor: Ilham Mangenre

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Kericuhan di rumah jabatan Wali Kota Makassar Danny Pomanto, di Jl Penghibur terus berlanjut hingga, Jumat (9/1/2015) sore. Seorang pendemo ditikam oleh pria tak di kenal.

Pendemo yang ditikam pada bagian tangan kanannya diketahui bernama Rahmat (25), warga BTN Hamsi.

Dia mengalami luka sedalam dua centimeter. Rahmat lalu dilarikan ke RS StellaMaris.

Kepala Polsekta Ujungpandang, Komisaris Polisi (Kompol) Nawu Thaiyeb saat dikonfirmasi di depan rujab Wali Kota Makassar mengatakan, pria yang menikam pendemo adalah warga yang kesal ketika mahasiswa tersebut meneriaki Wali Kota Makassar dengan kata-kata kasar.

"Hanya tergores kayaknya itu di tangan kanan pendemo dan pelaku merupakan masyarakat itu kayaknya menggunakan senjata tajam. Ada juga kita amankan tiga orang pendemo di Polrestabes Makassar.

Kalau dari lawannya pendemo, kita tidak ada amankan karena dari masyarakat. Lagi pula dari kalangan masyarakat itu langsung kabur ketika polisi datang," kata dia.

Di sekitar rumah jabatan Wali Kota Makassar, terlihat puluhan personel kepolisian dari Polrestabes Makassar, Polsekta Ujungpandang dan Satpol PP berjaga. Terlihat pula beberapa pria berpakaian preman yang ikut berjaga di dalam halaman rumah tersebut.

Puluhan mahasiswa dari Barisan Elemen Mahasiswa dan Masyarakat Makassar (BEMM Makassar) melakukan aksi demonstrasi mulai pukul 16.50 Wita.

Mahasiswa ini menolak keras pembelian sendok seharga Rp 1 miliar, pembelian ranjang Wali Kota Makassar seharga Rp 220 juta, pembelian selimut Rp 80 juta, pembelian kulkas untuk rumah jabatan 15 juta, pembelian Jet ski Rp 700 juta, dan pembuatan website per kecamatan seharga Rp 60 juta.

Mahasiswa juga mendesak Wali kota Makassar meminta maaf secara terbuka atas carut marutnya pembahasan RAPBD Kota Makassar yang tidak pro rakyat, dan atas insiden penghinaan dan pemukulan terhadap mahasiswa di Kantor Balai Kota Makassar, 1 November 2014 lalu. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved