Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

100 Tahun PSM Makassar

Cerita Ramang Si Macan Bola Dimuat Bersambung di Tribun Timur

Mulai edisi 2 Januari 2015, Tribun menurunkan kembali biografi Kisah Pesepakbola Legendaris Indonesia dari Makassar' ini secara bersambung.

Penulis: AS Kambie | Editor: Thamzil Thahir

Bukan hanya itu, sejumlah foto dokumentasi Dahlan yang tidak sempat dimuat dalam buku sang legenda akan ditampilkan secara berseri.
"Banyak sekali foto-foto penting dan langka tapi tidak sempat dimuat dalam buku. Saya serahkan semuanya ke Tribun," ujar Dahlan sambil mengutak-atik komputer jinjingnya.

Saatnya Bangkit
Ramang memang sudah "toami", bahkan sudah almarhum, tapi PSM harus tetap mudah dan energik.
Dahlan berharap, memasuki usia 100 tahun, PSM bangkit lagi dan mencetak legenda baru, Ramang- ramang penyusul.
"Sudah saatnya PSM bangkit dan mencetak pesepakbola andal di Tanah Air. PSM adalah dapur pemain pesepakbola nasional, itu sudah terbukti," kata Dahlan.

Dosen senior Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanudin (Unhas) itu berharap nasib PSM tidak tragis seperti Ramang.
Di penghujung hajatnya, kehidupan Ramang tak menentu. Di masa tua, setelah gantung sepatu, Ramang menjadi petani. Kabar legenda ini bahkan menghilang. Kematiannya pun nyaris tak terdengar.

"Tragis sekali memang. Dan itu tidak boleh terjadi pada PSM," tegas Dahlan.(as kambie)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved