100 Tahun PSM Makassar
Cerita Ramang Si Macan Bola Dimuat Bersambung di Tribun Timur
Mulai edisi 2 Januari 2015, Tribun menurunkan kembali biografi Kisah Pesepakbola Legendaris Indonesia dari Makassar' ini secara bersambung.
Penulis: AS Kambie | Editor: Thamzil Thahir
BUKAN hanya PSM, Ramang (1928-1987) adalah legenda sepak bola Indonesia.
Ia lahir saat Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM) masih lebih populer dengan Makassar Voetbal Bond (MBV). Maklum, saat itu dominasi Belanda, masih begitu kuat di Indonesia.
PSM adalah klub sepak bola tertua di negeri ini. Dan tahun 2015 ini, baru PSM-lah yang merayakan 100 years, keberadaannya.
Ramang lahir di Mattirotasi, kampung kecil di pesisir barat Barru, tahun 1928. Kala itu, usia PSM sudah berusia 13 tahun.
Namun, Ramang tak bisa dipisahkan dari PSM. Pun sebaliknya, PSM besar dan kian populer di era Ramang.
Nama Ramang juga mengikut beberapa nama tenar pemain PSM. Dikenallah Trio Ramang. Ramang adalah si pengumpan dan striker, Suwandi dan si gelandang serang Noor Salam.
Ketiganya sudah mendiang. Ramang meninggal dunia di usia 54, atau tahun 1987, saat PSM 'baru' berusia 72 tahun. Sedangkan, dua macan bola PSM itu, meninggal satu dekade setelahnya.
Bukan hanya di ranah sepak bola, Ramang sudah menyatu dalam denyut nadi kehidupan urban di Makassar.
Setidaknya adagium, "Aiiii, Toami Ramang (sudah tua si Ramang)", hingga kini masih tetap digunakan dalam sejumlah sisi keseharian masyarakat.
Adagium ini dipakai, saat umpamanya, ada nelayan yang sudah agak berumur, lalu mengeluh tak bisa lagi mengangkat keranjang ikan merah (juk eja) di pelelangan ikan Paotere.
Atau, adagium bernada kelakar ini dipakai saat ada pebulutangkis, yang gagal men-smash bola di dalam garis lawan.
Pun jika ada gerakan seseorang yang dulunya dikenal gesit tiba-tiba melambat.
Itulah alasan redaksi memilih buku Ramang; Macan Bola, jadi persembahan ke sidang pembaca menyambut 100 tahun PSM, di 2015 ini.
Buku ini karya jurnalis senior, M Dahlan Abubakar. Sejatinya sudah diterbitkan oleh penerbit identitas, Universitas Hasanuddin, Mei 2011.
Mulai edisi 2 Januari 2015, redaksi akan menurunkan kembali biografi dan 'Kisah Pesepakbola Legendaris Indonesia dari Makassar' ini secara bersambung.
Selain 'menyambut seabad PSM, alasan newsroom sederhana, "Buku ini sudah diterbitkan, tapi hanya beredar terbatas di masyarakat, dan belum pernah saya masukkan di Gramedia atau toko buku lain di Indonesia," kata Dahlan Abubakar, si penulis buku ini, saat menyerahkan naskah dan sampel buku ini ke Newsroom Tribun-Timur, Kamis (1/1/2015) malam.
Dahlan secara khusus datang membawa naskah buku hard cover setebal 523 halaman + xxxii halaman pengantar ini, bersama istrinya, Hajjah Hana Abubakar AMK.
Biografi Ramang ini, laik hadir di sidang pembaca dengan asumsi lain, karena buku ibni adalah karya jurnalistik dengan gaya story telling.
"Bapak (Dahlan) mengerjakan ini hampir 3 tahun lebih," kata Hajjah Hana, ibu dua dan empat cucu ini.