Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM Naik

Keluarga Almarhum Ari Kecewa Jenazah Diautopsi

Pasalnya, almarhum Ari (17) diautopsi tanpa pemberitahuan kepada mereka.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ari, korban tewas saat bentrokan antara mahasiswa yang menolak harga BBM naik dengan polisi di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (27/11/2014). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Keluarga korban tewas bentrokan antara mahasiswa UMI dengan polisi mengaku kecewa terhadap aparat Polrestabes Makassar dan pihak RS Wahidin Sudirohusodo.  Pasalnya, almarhum Ari (17) diautopsi tanpa pemberitahuan kepada mereka.

"Kami sangat kecewa, kenapa anak saya diautopsi tanpa ada pemberitahuan dari kami,” kata Abdul Wahab di rumah duka, Jumat (28/11/2014).

Wahab mengaku seandainya mereka tahu jenazah akan diautopsi, mereka tidak akan mengizinkan.

"Kami tidak tahu kalau ternyata diautopsi ,karena mereka datang ke sini mengambil jenazah anak saya ke rumah sakit wahidin tanpa ada penjelasan.  Begitu juga pihak rumah sakit langsung melakukan autopsi tanpa izin dari kami,” sebutnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved