Kisah Inspiratif
Yusri Basri Dari Buruh Bangunan, Kini Jadi Imam Masjid Agung Bulukumba
Dulu, Yusri hanyalah seorang buruh bangunan dan tukang angkat pasir dari Sungai Lasepang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - TAK satu pun warga Kabupaten Bantaeng yang mampu menduga jika Yusri Basri (28) kelak akan menjadi salah satu orang yang disegani dan dihormati oleh sebagian warga Bulumba, khususnya yang sering melaksanakan salat berjamaah di Masjid Agung Bulukumba.
Dulu, Yusri hanyalah seorang buruh bangunan dan tukang angkat pasir dari Sungai Lasepang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.
Kini, sulung dari pasangan almarhum Basri Daeng Nompo dan Sahria Daeng Sunggu itu, telah dipercaya oleh panitia Masjid Agung di Kabupaten Bulukumba. Yusri didapuk menjadi imam masjid yang mampu menampung kurang lebih 5.000 jamaah tersebut.
Kepercayaan itu didapati Yusri sejak tahun 2012 lalu. Saat itu Yusri baru saja menyelesaikan studinya di Pondok Pesantren As'Adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo. Sepulang dari Sengkang, Yusri langsung diajak untuk menjadi imam Masjid Agung Bulukumba.
"Awalnya tak satu pun keluarga, rekan dan bahkan orang tua yang mampu bayangkan jika kelak saya akan memimpin ribuan jamaah (imam masjid) seperti ini," katanya usai salat Lohor awal pekan lalu.
Kemampuannya melafalkan Al Quran dengan tajwid yang sempurna serta hafal Al Qurannya yang memadai, menjadi penunjang utama sehingga ia dipilih menjadi imam masjid.
"Ini hidayah dari Allah yang tidak ternilai harganya. Makanya saudara-saudaraku dan adik-adikku jangan pernah berkecil hati menjalani hidup yang penuh keterbatasan karena suatu saat Allah SWT akan mengangkat derajat kita," katanya.
Berita selengkapnya dapat dibaca pada edisi cetak Harian Tribun Timur, Jumat (4/7/2014) hari ini. (*)