Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Asasi Manusia

Saran Anggota DPRS Sulsel Kepada Pendemo di Makassar

Polisi dan warga yang merasa terganggu, lalu melawan. Akibatnya, terjadi bentrokan.

Penulis: Edi Sumardi | Editor: Ina Maharani

Laporan Wartawan Tribun Timur Edi Sumardi

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional Sulsel, Buhari Kahar Muzakkar merasa gerah dengan aksi unjuk rasa yang terjadi dua hari terakhir di Makassar. Pasalnya, unjuk rasa tersebut diwarnai dengan aksi penutupan jalan. Kemacetan pun terjadi di mana-mana.

Polisi dan warga yang merasa terganggu, lalu melawan. Akibatnya, terjadi bentrokan.

“Jalanan umum tak perlu ditutup agar tak menimbulkan aksi anarkis di jalan,” ujar anggota DPRD Sulsel ini, Selasa (10/12/2013). Jalan ditutup termasuk di depan kantor DPRD, Jl Urip Sumoharjo, Makassar.

Menurut Buhari, banyak cara lain berunjuk rasa tanpa harus menutup jalan. Cara lain tersebut menuturnya, mungkin lebih menarik simpati.

Unjuk rasa dua hari terakhir di Makassar terkait dengan Hari Antikorupsi Sedunia dan Hari Hak Azasi Manusia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved