Budayawan Sulsel Berduka
Ahyar Anwar, Yang Terjaga di Larut Malam Untuk Selalu Membangunkan Cinta
Innallillahiwainnailaihirajiun. Dr Ahyar Anwar berpulang ke Rahmatullah pada Selasa, (27/8/2013)
Penulis: Muh. Taufik | Editor: Muh. Taufik
Innallillahiwainnailaihirajiun. Dr Ahyar Anwar berpulang ke Rahmatullah pada Selasa, (27/8/2013), malam, di RS Grestelina Makassar. Inilah sosok Ahyar Anwar sebagaimana tertulis di http://www.ivankavalera.com/2009/07/ahyar-anwar-yang-terjaga-untuk.html, written by Ivan Kavalera on Kamis, 02 Juli 2009 | 12:22:00 AM.
Kisah Tak Berwajah (200sering dan menjitak dengan cantik. Simak saja salah satu dari sekian anak sungai kata dari kepalanya berikut ini.
:untuk Na Hujan kadang datang dengan pesan-pesan yang lebih dulu sampai, kadang hujan datang dengan amarah angin, kadang juga hujan datang dengan begitu tergesa-gesa. Apapun itu hujan selalu meninggalkan kenangan yang basah tentang pertemuan dan mungkin juga keresahan yang indah. Hujan selalu mampu menjadikan rindu semakin biru, menjadikan kesedihan semakin menelaga, menjadikan kesepian semakin tajam merintih. Selembar kelam dihujung sebuah malam suatu ketika kala hujan menderai dengan irama yang putus-putus, sebuah tunas pohon cinta tumbuh dalam siluet jingga dan violet, tepat diatas pusara-pusara kenangan yang basah dan penuh lumut. Begitulah, hujan kadang lebih perih mengalirkan kenangan dari cinta-cinta yang tak tuntas. Bahkan kadang, malam dan kabut menghiasi hujan dengan kisah-kisah yang tertahan. Pada sebuah senja yang randu, Ada kekasih sedang mengurai kenangan dari cinta yang tertanam pada langit-langit yang merah jingga berdarah. Ia membiarkan bias bulan yang pucat melukiskan sketsa gelisah di wajahnya. Kesunyian berbisik disela-sela nada rintik yang ringkih. Malam yang menyembunyikan purnama dari desau hujan-hujan yang makin resah. Badai tampak lebih kemaruk lagi dibathinnya, cinta yang ia pendam kini makin penuh dendam. Ia menunggu sketsa pelangi dimalam yang hanya menyisakan kelam yang lebam. Di jelaga waktu yang parau dan angin yang tak henti risau. Hujankan yang membawa kenangan atau kenangan yang membawa hujan dimalam ini, Tak pernah ada kesetiaan pada musim! Dan cinta adalah musim yang selalu membawa hujan. cinta yang membunuh
Romeo. Ada bisik yang sendu pada setiap titik-titik kenangan yang terbawa rintik-rintik hujan itu. Embun-embun berderai diselisih rintik hujan-hujan Menitipkan secarut cinta pada sehelai kenangan tentang rindunya pada hujan yang akan tiba dilain musim. “tolong kuburkan kenangan ini pada angin yang desau itu!” Lenguh prosa puitika di atas adalah salah satu kecipak dari telaga karyanya yang pernah dibacakan di program Ekspresi RCA dua bulan lalu. Setelah itu sepertinya Ahyar Anwar masih saja akan selalu terjaga. Penulis kadang menganggapnya sebagai pancuran filsafat tentang cinta yang gemericiknya terdengar sampai ke dalam kamar tidur kita meski pancuran itu jauh terletak di dasar sebuah lembah.
Romeo. Ada bisik yang sendu pada setiap titik-titik kenangan yang terbawa rintik-rintik hujan itu. Embun-embun berderai diselisih rintik hujan-hujan Menitipkan secarut cinta pada sehelai kenangan tentang rindunya pada hujan yang akan tiba dilain musim. “tolong kuburkan kenangan ini pada angin yang desau itu!” Lenguh prosa puitika di atas adalah salah satu kecipak dari telaga karyanya yang pernah dibacakan di program Ekspresi RCA dua bulan lalu. Setelah itu sepertinya Ahyar Anwar masih saja akan selalu terjaga. Penulis kadang menganggapnya sebagai pancuran filsafat tentang cinta yang gemericiknya terdengar sampai ke dalam kamar tidur kita meski pancuran itu jauh terletak di dasar sebuah lembah.