Napi Kostrad Kabur, RTM Arahkan ke POM
Hairul adalah oknum prajurit dari Batalyon Infanteri Linud 431/Satria Setia Perkasa (SSP), Kariango, Maros.
Penulis: Ardy Muchlis | Editor: Thamzil Thahir
MAKASSAR, TRIBUN -- Beberapa personel jaga di Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jl Rajawali, Makassar, enggan berkomentar soal kabar kaburnya oknum pasukan elite TNI-AD Prajurit Kepala (Praka) Inf TNI Hairul Lambe (33).
Hairul adalah tersangka kasus dugaan pemerkosaan yang kini menjalani sidang dan tuntutan di oditur militer Makassar.
Hairul adalah oknum prajurit dari Batalyon Infanteri Lintas Udara (Linud) 431/Satria Setia Perkasa (SSP), Kariango, Maros. Dia dikabarkan kabur, sekitar pukul 05.00 wita dini hari.
Saat tribun mengkonfirmsikan ini ke sejumlah prajurit di RTM mereka membantah. "Ah tidak ada itu, tidak ada tahanan kabur," ujar seorang periwira tegap, memakai baju putih, kemudian berjalan pergi tanpa ingin ditanyai lagi, di depan rumah tahanan Militer (RTM) Kodam VII/Wirabuana di Jl Rajawali, Sabtu (17/8).
Sekelumit soal kaburnya kapi ini diperoleh Tribun pun lalu bertemu ke penjaga RTM untuk bertemu kepala rutan.
Saat melewati pagar rutan setinggi kira-kira 5 meter berwarna hijau khas TNI AD, wartawan dicegat perwira TNI.
"Mau apa dek, dari mana?, apa keperluannya," tanya Prajurit Saddam, penjaga pos sambil mengarahkan ke pos penjagaan yang berukuran sekitar 4x6 yang didalamnya ada tempat duduk dan sebuah televisi.
Usai menjelaskan tujuan konfirmasi, si bintara prajurit jaga berujar, " oh, maaf dek, Komandan ada di Pangkep," lanjutnya
Ia lalu berbicara dengan komandannya via telepon. Si bintara keluar. "Maaf dek, kepala rutan berpesan, menyangkut hal tersebut, langsung bertanya ke kepala propam, sudah ditangani di sana," ujarnya.
Di Markas POM Kodam VII di Jl Monginsidi, Makassar, sejumlah prajurit jaga juga tak bisa memberikan konfirmasi resmi soal insiden ini.(cr9/cr8/cr6)