BI Imbau Perbankan Tidak Buru-buru Naikkan Suku Bunga
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang direncanakan
Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Muh. Taufik
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi
yang direncanakan pemerintah dinilai akan memberikan dampak buruk
terhadap perbankan.
Diperkirakan, suku bunga akan naik seiring dengan kenaikan bahan bakar.
Kepala Divisi Ekonomi Moneter Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Gusti Raizal Eka P, mengatakan, kenaikan BBM diprediksi akan memberikan dampak bagi perbankan. Namun demikian, sifatnya jangka pendek.
"Sekitar tiga bulan pertama (dampak kenaikan) dan diperkirakan akan kembali normal seperti itu," katanya di Makassar, Selasa (4/6/2013).
Untuk itu, pihaknya mengimbau agar perbankan tidak terburu-buru meningkatkan suku bunga kredit. Hal ini mengingat margin perbankan saat ini masih relatif cukup memadai. (*)
Diperkirakan, suku bunga akan naik seiring dengan kenaikan bahan bakar.
Kepala Divisi Ekonomi Moneter Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Gusti Raizal Eka P, mengatakan, kenaikan BBM diprediksi akan memberikan dampak bagi perbankan. Namun demikian, sifatnya jangka pendek.
"Sekitar tiga bulan pertama (dampak kenaikan) dan diperkirakan akan kembali normal seperti itu," katanya di Makassar, Selasa (4/6/2013).
Untuk itu, pihaknya mengimbau agar perbankan tidak terburu-buru meningkatkan suku bunga kredit. Hal ini mengingat margin perbankan saat ini masih relatif cukup memadai. (*)