PIlkada Bantaeng

Nurdin Yakin Menang Diatas 65 Persen

Calon Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah yang juga bupati incumbent

BANTAENG,TRIBUN- TIMUR.COM-Calon Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah yang juga bupati incumbent mengklaim pemilihan kepala daerah (Pemilukada) Bantaeng merupakan pemilukada yang beda dibandingkan dengan pemilukada kabupaten lainnya. Mulai dari tahapan pelaksanaan hingga pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini.

Incumbent, Nurdin Abdullah yang kali ini maju di Pemilukada Bantaeng berpasangan dengan Muh Yasin mengklaim Pemilukada Bantaeng sebagai pemilukada termurah yang pernah ada di Sulsel bahkan di Indonesia. Dari segi harga, Pemilukada biasanya menjadi mahal karena adanya transaksi mahar antarpartai dengan bakal calon yang ingin bertarung. Namun hal tersebut tidak terjadi di Bantaeng.

Nurdin Abdullah mengatakan, Pemilukada Bantaeng menjadi murah karena kandidat yang maju apa lagi dirinya tidak menawar partai sebagai kendaraan politik. "Kita yang ditawari untuk maju. Bukan kita yang menawar partai. Sehingga Pemilukada yang saya sebut sebagai pesta rakyat ini menjadi murah," kata Nurdin Abdullah, Selasa (16/4/2013) malam.

Menurut Nurdin, pesta rakyat Bantaeng juga menjadi murah karena semua kandidat tidak jor-joran dalam melakukan sosialisasi. Konspetor The New Bantaeng ini menegaskan, publikasi dan kampanye melalui baliho apalagi memaku pohon sangat sulit ditemuid di Butta Toa, julukan Bantaeng.

"Tidak ada publikasi dan kampanye serta pemasangan baliho di pohon. Tidak ada pohon dipaku. Baliho yang ada, itu tidak berasal dari tim sukses melainkan masyarakat sendiri yang memasang masing-masing di depan rumahnya. Dia yang bikin sendiri, pasang sendiri, bahkan ada yang tidak mau turunkan meskipun itu sudah memasuki masa tenang," jelas Nurdin.

Nurdin menyatakan, untuk seorang incumbent sebenarnya tidak terlalu membutuhkan publikasi melalui pemasangan baliho. Dikatakan, seorang incumbent seharusnya mampu mengampanyekan dirinya melalui kerja nyata pada periode sebelumnya." Seharusnya incumbent tidak lagi kampanye, cukup kinerjanya yang diingat oleh masyarakat," lanjut bupati yang sukses merubah wajah Bantaeng ini.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Prof Armin Arsyad M.Si menilai, pasangan Nurdin Abdullah akan dengan mudah mengalahkan tiga rivalnya yakni Jabal Nur- Mansur Congkeng, Andi Nurjaya-Idrus AmsalRahmat-Andi Imran Masualle.

Dia menilai, Nurdin Abdullah merupakan bupati yang sukses dan tidak membutuhkan kampanye untuk saat ini.

"Sejak awal dia terpilih dia telah menjalankan program dan banyak loncatan-loncatan program yang tak dipikirkan oleh masyarakan Bantaeng.Sudah punya kesuksesan, Pak Bupati dengan programnya, diusung dengan gratis, tanpa mahar. Sehingga patut menjadi contoh bagi daerah lainnya. Daerah lainnya umumnya, ada yang mengatakan sewa perahu dan karcis masuk. Di Bantaeng tidak, karena partai yakin dia menang. Partisipasi politik di Bantaeng juga otonom, masyarakat yang kampanyekan Pak Nurdin,"

Selain alasan itu, Pemilukada Bantaeng juga menjadi unik lantaran sistem pemilihan yang akan diterapkan. Selain dicoblos langsung, Pemilukada Bantaeng juga akan mensimulasikan konsep pemilihan elektronik (e-Voting). Namun, hasil e-voting ini tidak akan dipublish apalagi akan menjadi pembanding data hasil pemilihan resmi. Tim pemenengan pasangan Nurdin-Yasin optimistis akan memenangkan pemilukada Bantaeng dengan persentase diatas 65 persen. (*)
Editor: Muh. Taufik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved