Pariwisata Sulsel
Haji Abdullah Buat Kapal Restoran Pesanan Thailand
Abdullah adalah salah seorang pembuat kapal di Tanah Beru
"Ini kapal untuk restoran di Thailand. Sekitar tiga bulan lagi sudah selesai,” kata Abdullah kepada 16 wartawan yang sedang mengikuti touring Suzuki Inasuma Makassar-Toraja-Makassar, Minggu.
Abdullah membuat kapal untuk restoran mewah itu sesuai gambar yang diinginkan pemesannya. Kapal ini hanya dikerjakan dengan enam orang pekerja.
Abdullah adalah salah seorang pembuat kapal di Tanah Beru. Karena keterampilannya itu ia sempat tinggal di Amerika utara selama enam bulan untuk membuat perahu phinisi.
Orang Amerika menurutnya sempat heran melihat keterampilannya membuat kapal atau perahu dari bahan kayu. Sebab tanpa gambar detil ia bisa membuat kapal atau perahu sesuai keinginan pemesannya.
”Tahun 1986 saya di Amerika buat phinisi selama enam bulan. Pulangnya
saya membawa uang dolar banyak,” katanya tanpa menyebut jumlahnya.
Baru beberapa pekan ini ayah dari enam anak ini juga menyelesaikan dua
kapal pesanan dari Belanda. Kapal itu masing masing bertonase 350 ton.
Masing masing kapal itu hanya dikerjakan enam orang selama enam bulan.
Kapal dengan panjang dek 40 meter itu dihargai Rp 2 miliar per kapal.
Lelaki berusia 54 tahun ini bukan hanya menerima order kapal pesiar
atau restoran saja, tetapi juga pernah membuat kapal kargo bermuatan
100 ton lebih.
Abdullah mulai ambil kontrakan buat lapal tahun 1980 dan sebelumnya hanya sebagai tukang pembuat kapal. Kini ia justru mempekerjakan puluhan orang untuk memenuhi pesanan dari berbagai negara.(*)