Kisah Inspiratif
Hasrullah: Pergilah dan Belajar di Desa
- Dosen Komunikasi Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Dr Hasrullah
Editor:
Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM -- Dosen Komunikasi Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Dr Hasrullah sibuk mengajar. Tapi dia tak mau ketinggalan dan terus menulis. Sejumlah buku dari berbagai momentum politik, pers, dan kejadian ilmiah telah ia lahirkan.
Meski sibuk "jungkir balik" sebagai akademisi produktif, mantan staf Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI ini mengaku tidak puas.
Mantan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI ini juga menyibukkan diri mengurus hajatan akhir ribuan mahasiswa selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KKN Unhas.
Tim Pemeriksa Buku Unhas ini tak henti-hentinya mencari jurus demi menyatukan 14 fakultas dalam program satu atap KKN Unhas.
Mantan Tim Kreatif Kuis Promosia SCTV ini, mengakui, mengurusi KKN Unhas tak semudah datang mengajar sebagai dosen tok dan menulis buku-buku di rumah dengan menyeruput bergelas-gelas kopi susu hingga larut malam.
"Mengurus KKN dengan menyatukan KKN yang ada di masing-masing fakultas tidaklah mudah. Butuh pendekatan persuasif yang tinggi, visi yang kuat, inovatif, kreatif, dan harus tulus ikhlas. Rektor Unhas berpesan kepada saya,
agar pengelolaan KKN dikembalikan kepada jalur yang benar, sesuai dengan kehadiran KKN yang dirintis oleh mantan rektor Unhas Prof Ahmad Amiruddin," kata Mantan Kepala Sekretariat Rektor Unhas ini kepada Tribun, Senin (11/2).
Meniti pesan sang rektor, Mantan Sekretaris Asosiasi Komunikasi Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini ngotot "kampanye damai" kiri kanan ke berbagai fakultas. "Saya ini kan, orang komunikasi. Harus tahu cara dan strategi mendekati orang, atau pimpinan fakultas," ujarnya.
Hasrullah mengakui, selaku otak KKN Unhas banyak pihak yang meragukan leadershipnya. Menurutnya, karena selama ini sebagai penulis dan pengamat komunikasi cukup garang serta kritis berkomentar di media massa.
"Kalau ada anggapan susah bekerja sama, tunggu dulu. Mengawali selaku kepala KKN, maka langkah pertama, mempersatukan KKN dengan melakukan roadshow dengan mengunjungi dekan se-Unhas, agar pengelolaan KKN satu atap, baik dari pelayanan, program, hingga nilai KKN mahasiswa," ungkap Hasrullah.
Gaet Kodam
Senjata persuasi yang dicoba Hasrullah ke pimpinan fakultas ternyata berbuah manis. Akhirnya, hampir semua dekan sepakat agar KKN dikelola UPT KKN.
"Alhamdulillah, ternyata strategi komunikasi persuasi menjadi cikal bakal KKN bersatu kembali. Ini terbukti, sepanjang KKN berusia 39 tahun baru kali ini pelepasan mahasiswa KKN gelombang 83 tahun lalu, pesertanya mencapai 3400 orang," ujarnya.
Sampai-sampai, pelepasan KKN gelombang ke-83 itu dipimpin Dirjen Dikti Prof Dr Ir Djoko Santoso dan Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Muhammad Nizam.
Menurut data yang ada di bagian informasi KKN, ini adalah momen seleberasi KKN yang dhasyat, jumlah mahasiswa terbesar selama KKN hadir di Unhas.
Bagaimana dengan kehadiran prajurit Kodam VII Wirabuana yang mendampingi mahasiswa KKN selama tiga gelombang di bawah kendalli Hasrullah?
Penulis buku Konflik Poso ini menuturkan, ia telah berupaya selepas inisiatif antara rektor Unhas, Prof Dr. Idrus Paturusi dengan Mayjen TNI Muhammad Nizam dengan nota kesepakatan (MOU, No : 5292/UN4/UM13/2012).
"Kami bersepakat bahwa mahasiswa Unhas bersama Kodam terpanggil sebagai anak bangsa untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Tujuan mulia ini hanya satu, mengabdi untuk bangsa dan negara," katanya.
Maka dari itu, lanjut Hasrullah, Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen Jenderal M Nizam dalam bekerja sama dengan UPT KKN Unhas, prajurit telah memberikan yang terbaik kepada mahasiswa baik itu bantuan kendaraan, program kerja di lokasi KKN, maupun bantuan dalam program kesehatan dan infrastruktur.
"Pak Jenderal yang tulus dan iklas ini dan sangat dekat dengan mahasiswa, menjadikan diri sangat dihormati baik dikalangan mahasiswa, supervisor KKN, dan pimpinan fakultas dan universitas. Dikasi uang tapi pak Jenderal menolak, katanya, TNI mengabdi untuk bangsa harus ikhlas," Hasrullah membeberkan.
Dengan kehadiran Jenderal Nizam, lanjut Hasrullah, semua persoalan, ada solusi dan jalan keluar.
KKN Unhas di bawah kepemimpinan Hasrullah, mampu juga menorehkan torehan sejarah, baru kali ini selama menjadi kepala UPT KKN, mahasiswa ber-KKN keluar negeri.
Ini dimulai pertengahan Juli 2011, Unhas yang tergabung dalam 6 perguruan tinggi Jepang-Indonesia Ehime University, Kochi University, Kagawa University, Unhas, UGM, dan IPB (Six University Inisiative Japan-Indonesia (SUIJI) telah mengirimkan mahasiswa ke tiga universitas di jepang dan mahasiswa dari jepang juga mengirim mahasiswa ke Sulsel.
Dan program KKN Suiji sudah berjalan tiga gelombang. Bahkan KKN internasional ke University Utara Malaysia (juli 2012) dan Thaksin university Thailand serta Prince of Soujkhla Thailand.
Program KKN internasional terus dilanjutkan baik ke Jepang, Malaysia, dan Thailand. Begitu juga negara-negara lain di tetap dijajaki baik Australia, Eropa, dan Amerika.
Begitu pula KKN di Pulau Sebatik daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Program ini sudah berlangsung dua gelombang, karena Pulau Sebatik telah diamanahkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi pula binaan.
KKN Sebatik yang kerjasama dengan BNN Pusat, peserta KKN bukan saja mahasiswa Unhas tetapi ada juga peserta mantan penderita Narkoba Baddoka Makassar. Dan, program ini dianggap berhasil dan telah menjadi pilot projek dan BNN pusat memasukkan dalam anggaran APBN untuk kegiatan KKN Sebatik.
"Jangan menyerah setiap tantangan dihadapi dan lakukan lompatan berpikir dan tindakan, serta kerjakan yang anda bisa kerja ketika orang lain hanya mampu berwacana. Setelah itu, kerjakan pekerjaan yang orang lain tidak mampu kerjakan. Itu namanya pemimpin," jelas Hasrullah.
Hal ini penting, kata Hasrullah, karena seorang leader harus memiliki daya kritis yang membumi. Makanya tema-tema KKN selalu mengusung tema tentang Gizi buruk, Buta Aksara, membatu masyarakat desa, KKN sampah dan terakhir KKN Gel 84 yang berlangsung awal Maret 2013, bertema Penanganan Masyarakat Pasca Bencana Banjir.
Dan ini kembali bermitra antara UPT KKN dengan Kodam VII Wirabuana.
Inspiration, Innovation, and pride. Prinsip ini perlu terus dibranding sehingga mahasiswa mempunyai kebanggaan jika sudah melakukan kegiatan KKN.
KKN adalah kegiatan yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan juga menambah nyali empati mahasiswa dan sekaligus dapat belajar di masyarakat.
Seperti testimoni Prof Ahmad Amiruddin, “Pergilah ke desa dan belajarlah dari mereka, banyak kearifan masyarakat yang tidak ditemukan di Kampus," Hasrullah mengutip Prof Ahmad Amiruddin.
Yang jelas KKN Unhas sekarang ini, bagaikan gadis cantik yang baru bangun dari tidurnya, kini bangkit dan berlari serta berkolobarasi dengan stakeholder untuk mengabdi kepada masyarakat, demi mewujudkan Unhas sebagai University social responsibility.(ilham mangenre)
Meski sibuk "jungkir balik" sebagai akademisi produktif, mantan staf Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI ini mengaku tidak puas.
Mantan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI ini juga menyibukkan diri mengurus hajatan akhir ribuan mahasiswa selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KKN Unhas.
Tim Pemeriksa Buku Unhas ini tak henti-hentinya mencari jurus demi menyatukan 14 fakultas dalam program satu atap KKN Unhas.
Mantan Tim Kreatif Kuis Promosia SCTV ini, mengakui, mengurusi KKN Unhas tak semudah datang mengajar sebagai dosen tok dan menulis buku-buku di rumah dengan menyeruput bergelas-gelas kopi susu hingga larut malam.
"Mengurus KKN dengan menyatukan KKN yang ada di masing-masing fakultas tidaklah mudah. Butuh pendekatan persuasif yang tinggi, visi yang kuat, inovatif, kreatif, dan harus tulus ikhlas. Rektor Unhas berpesan kepada saya,
agar pengelolaan KKN dikembalikan kepada jalur yang benar, sesuai dengan kehadiran KKN yang dirintis oleh mantan rektor Unhas Prof Ahmad Amiruddin," kata Mantan Kepala Sekretariat Rektor Unhas ini kepada Tribun, Senin (11/2).
Meniti pesan sang rektor, Mantan Sekretaris Asosiasi Komunikasi Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini ngotot "kampanye damai" kiri kanan ke berbagai fakultas. "Saya ini kan, orang komunikasi. Harus tahu cara dan strategi mendekati orang, atau pimpinan fakultas," ujarnya.
Hasrullah mengakui, selaku otak KKN Unhas banyak pihak yang meragukan leadershipnya. Menurutnya, karena selama ini sebagai penulis dan pengamat komunikasi cukup garang serta kritis berkomentar di media massa.
"Kalau ada anggapan susah bekerja sama, tunggu dulu. Mengawali selaku kepala KKN, maka langkah pertama, mempersatukan KKN dengan melakukan roadshow dengan mengunjungi dekan se-Unhas, agar pengelolaan KKN satu atap, baik dari pelayanan, program, hingga nilai KKN mahasiswa," ungkap Hasrullah.
Gaet Kodam
Senjata persuasi yang dicoba Hasrullah ke pimpinan fakultas ternyata berbuah manis. Akhirnya, hampir semua dekan sepakat agar KKN dikelola UPT KKN.
"Alhamdulillah, ternyata strategi komunikasi persuasi menjadi cikal bakal KKN bersatu kembali. Ini terbukti, sepanjang KKN berusia 39 tahun baru kali ini pelepasan mahasiswa KKN gelombang 83 tahun lalu, pesertanya mencapai 3400 orang," ujarnya.
Sampai-sampai, pelepasan KKN gelombang ke-83 itu dipimpin Dirjen Dikti Prof Dr Ir Djoko Santoso dan Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Muhammad Nizam.
Menurut data yang ada di bagian informasi KKN, ini adalah momen seleberasi KKN yang dhasyat, jumlah mahasiswa terbesar selama KKN hadir di Unhas.
Bagaimana dengan kehadiran prajurit Kodam VII Wirabuana yang mendampingi mahasiswa KKN selama tiga gelombang di bawah kendalli Hasrullah?
Penulis buku Konflik Poso ini menuturkan, ia telah berupaya selepas inisiatif antara rektor Unhas, Prof Dr. Idrus Paturusi dengan Mayjen TNI Muhammad Nizam dengan nota kesepakatan (MOU, No : 5292/UN4/UM13/2012).
"Kami bersepakat bahwa mahasiswa Unhas bersama Kodam terpanggil sebagai anak bangsa untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Tujuan mulia ini hanya satu, mengabdi untuk bangsa dan negara," katanya.
Maka dari itu, lanjut Hasrullah, Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen Jenderal M Nizam dalam bekerja sama dengan UPT KKN Unhas, prajurit telah memberikan yang terbaik kepada mahasiswa baik itu bantuan kendaraan, program kerja di lokasi KKN, maupun bantuan dalam program kesehatan dan infrastruktur.
"Pak Jenderal yang tulus dan iklas ini dan sangat dekat dengan mahasiswa, menjadikan diri sangat dihormati baik dikalangan mahasiswa, supervisor KKN, dan pimpinan fakultas dan universitas. Dikasi uang tapi pak Jenderal menolak, katanya, TNI mengabdi untuk bangsa harus ikhlas," Hasrullah membeberkan.
Dengan kehadiran Jenderal Nizam, lanjut Hasrullah, semua persoalan, ada solusi dan jalan keluar.
KKN Unhas di bawah kepemimpinan Hasrullah, mampu juga menorehkan torehan sejarah, baru kali ini selama menjadi kepala UPT KKN, mahasiswa ber-KKN keluar negeri.
Ini dimulai pertengahan Juli 2011, Unhas yang tergabung dalam 6 perguruan tinggi Jepang-Indonesia Ehime University, Kochi University, Kagawa University, Unhas, UGM, dan IPB (Six University Inisiative Japan-Indonesia (SUIJI) telah mengirimkan mahasiswa ke tiga universitas di jepang dan mahasiswa dari jepang juga mengirim mahasiswa ke Sulsel.
Dan program KKN Suiji sudah berjalan tiga gelombang. Bahkan KKN internasional ke University Utara Malaysia (juli 2012) dan Thaksin university Thailand serta Prince of Soujkhla Thailand.
Program KKN internasional terus dilanjutkan baik ke Jepang, Malaysia, dan Thailand. Begitu juga negara-negara lain di tetap dijajaki baik Australia, Eropa, dan Amerika.
Begitu pula KKN di Pulau Sebatik daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Program ini sudah berlangsung dua gelombang, karena Pulau Sebatik telah diamanahkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi pula binaan.
KKN Sebatik yang kerjasama dengan BNN Pusat, peserta KKN bukan saja mahasiswa Unhas tetapi ada juga peserta mantan penderita Narkoba Baddoka Makassar. Dan, program ini dianggap berhasil dan telah menjadi pilot projek dan BNN pusat memasukkan dalam anggaran APBN untuk kegiatan KKN Sebatik.
"Jangan menyerah setiap tantangan dihadapi dan lakukan lompatan berpikir dan tindakan, serta kerjakan yang anda bisa kerja ketika orang lain hanya mampu berwacana. Setelah itu, kerjakan pekerjaan yang orang lain tidak mampu kerjakan. Itu namanya pemimpin," jelas Hasrullah.
Hal ini penting, kata Hasrullah, karena seorang leader harus memiliki daya kritis yang membumi. Makanya tema-tema KKN selalu mengusung tema tentang Gizi buruk, Buta Aksara, membatu masyarakat desa, KKN sampah dan terakhir KKN Gel 84 yang berlangsung awal Maret 2013, bertema Penanganan Masyarakat Pasca Bencana Banjir.
Dan ini kembali bermitra antara UPT KKN dengan Kodam VII Wirabuana.
Inspiration, Innovation, and pride. Prinsip ini perlu terus dibranding sehingga mahasiswa mempunyai kebanggaan jika sudah melakukan kegiatan KKN.
KKN adalah kegiatan yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan juga menambah nyali empati mahasiswa dan sekaligus dapat belajar di masyarakat.
Seperti testimoni Prof Ahmad Amiruddin, “Pergilah ke desa dan belajarlah dari mereka, banyak kearifan masyarakat yang tidak ditemukan di Kampus," Hasrullah mengutip Prof Ahmad Amiruddin.
Yang jelas KKN Unhas sekarang ini, bagaikan gadis cantik yang baru bangun dari tidurnya, kini bangkit dan berlari serta berkolobarasi dengan stakeholder untuk mengabdi kepada masyarakat, demi mewujudkan Unhas sebagai University social responsibility.(ilham mangenre)